JURNALSUKABUMI.COM – Kunjungan klub Basket Dewa United Surabaya turut memeriahkan pelatihan basket Sukabumi Basket Akademi (SBA) di GOR Suryakencana, Kecamatan Warudoyong Kota Sukabumi, Minggu (19/6/2022).
Di sela kegiatan tersebut, klub basket Dewa United Surabaya berkesempatan merasakan pengalaman bermain bola tangan api. Mereka melihat atraksi permainan bola leungeun seuneu (Bpleus) atau bola tangan api yang dimainkan oleh santri Ponpes Al Fath, di acara Basket Akademi Sukabumi.Tak ayal, membuat personel tim Dewa United tertantang ingin mencobanya.
Direktur Teknik United Surabaya, Wijaya Saputra atau yang akrab disebut Wijin menyampaikan, apresiasi pada semangat yang terlihat di anggota SBA yang mayoritas masih berusia belasan tahun.
“Saya lihat dari Sukabumi basket bola akademik juga. Saya rasa melihat fundamental basket mereka tadi sempat kaget ya, kok bagus-bagus. Cara mereka lay up, cara mereka shoot. Intinya, para pelatih di Sukabumi dengan begitu berhasil melatih mereka,” tutur Wijin.
Wijin mengatakan, menurutnya apabila pelatihan klub SBA ini diimbangi dengan adanya kompetisi yang intensif, maka pengalaman anak-anak tersebut dalam bermain basket akan semakin meningkat.
“Saya rasa anak-anak itu sangat perlu sekali mempunyai kompetisi yang banyak, game yang banyak. Karena dengan kompetisi dan jam terbang yang banyak, otomatis pengalaman anak-anak tersebut akan semakin banyak. Jadi dia bisa menilai kekurangannya dimana, sehingga bisa ditingkatkan,” ujar Wijin.
Hal serupa juga disampaikan oleh Pembina Sukabumi Basket Akademi (SBA), Bagus Pekik. Dia mengatakan, kunjungan dari pemain basket profesional seperti Dewa United Surabaya tersebut akan memberikan pengaruh motivasi kepada SBA.
“Saya pikir Sukabumi butuh ya contoh dari figur-figur itu, mereka jadi bisa lebih belajar. Intinya kita mau mendorong Pemerintah Daerah supaya lebih menggairahkan olahraga basket. Kalau basket itu kan kerja tim, bagaimana kita mendidik anak-anak agar dapat bekerja sama dalam sebuah tim, belajar menerima kekalahan, dan belajar berlatih disiplin waktu,” ujar Bagus.
“Sebagaimana yang disampaikan teman-teman Dewa United, bagaimana membuat kompetisi yang rutin, kejuaraan yang rutin. Karena mereka juga, mungkin kalau latihan terus akan bosan,” tambah Bagus.
Sementara, salah satu atlet Dewa United Surabaya, Kevin Moses Poetiray menambahkan, menurutnya kompetisi juga sangat penting adanya. “Kompetisi itulah sangat penting menurut saya, untuk kemajuan semua atlet bukan hanya atlet basket saja,” ucap Kevin.
Lebih lanjut Kevin menyampaikan, tanggapannya terhadap atraksi bola tangan api yang ditampilkan di sela kegiatan pelatihan basket klub SBA. Menurutnya, permainan tersebut unik. Namun tidak sampai membuat dirinya mencoba permainan tersebut, seperti yang dilakukan pemain Dewa United lainnya.
“Pertamanya serem sih, tapi antusias dan terkesima juga. Unik dan keren lah, cuma pas disuruh dicoba saya gak mau, kaya yaudah gak apa-apa kan udah ada yang lain ya,” pungkas atlet basket bernomor punggung 22 itu.
Reporter: Fira Alfi Syahrin | Redaktur: Usep Mulyana












