Awas, Pohon Mati Nyaris Tumbang di Jalan Bhayangkara Kota Sukabumi

Minggu, 23 Februari 2020 - 22:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Lemahnya peran pengawasan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Sukabumi, untuk menyediakan data kondisi pohon yang mati dan lapuk, kini tetap tegak berdiri di kawasan jalan bhayangkara, Minggu,( 24/02/20). Kelemahan peran pengawasan tentunya menjadi kendala utama,dalam proses pemantauan kondisi pohon menjadi khawatir warga dan pengguna jalan.

“Kami menyadari kecolongan, karena keterbatasan pengawasan untuk data pohon yang layak dan tidak layaknya di Kota Sukbumi, ” ujar Fajar Kepala Seksi Penataan Ruang Terbuka Hijau DLH Kota Sukabumi.

Kendala lain, Fajar menyebut kecolongan pohon mati belum tercantum di arsip dinas, tentu pemicunya terkendala sarana dan prasarana.

“Update data kondisi pohon masih kurang, soalnya setiap bulan mengalami perobahan,” ujarnya.

Setiap harinya kita hanya mampu melakukan perawatan pohon sejumlah tiga pohon saja, dalam bentuk pemangkasan pohon penyebab utamanya ketinggian pohon menjadi kendala.

“Sehari hanya tiga pohon yang kami pangkas, seperti karena ketinggian,” terangnya.

Kasi Penataan Ruang Terbuka Hijau tahun lalu, sengaja kami menggelar bimbingan singkat sebagai upaya menyediakan sumber daya yang memiliki kemampuan memanjat pohon.

” Untuk mengantisipasi persoalan ketinggian, dilaksanakan kegiatan pelatihan panjat pohon,” tandas Fajar.

Dinas Lingkungan Hidup kini menyediakan segudang langkah untuk memberikan kenyamanan dalam hal layanan, mulai soal sampah hingga persoalan kondisi pohon yang tumbuh di sepanjang jalan Kota Sukabumi

“Sebut saja program “Sigalak Tajam”, layanan SUPER dan layananan LAPOR bekerja selama 2×24 jam untuk membuktikan Renyahnya Visi dan Misi Wali Kota Sukabumi,” katanya.

Sementara itu, salah seorang pengguna jalan , Ikhwan (34) mengatakan, rasa khawatir dan was-was melintasi pohon lapuk tersebut, kondisinya sudah mati dan rawan tumbang.

“Kalau diterpa angin kencang, bisa tumbang dan menyebabkan berbagai resiko hingga kecelakaan, kami meminta Pemkot Sukabumi harus sigap,” keluhnya.

Reporter: Hendi
Redaktur: FK Robbi

Berita Terkait

Banjir Luapan Sungai Rendam 20 Rumah di Cibadak
Longsor di Sukalarang Sukabumi, Satu Warga Meninggal Dunia
Bupati Sukabumi dan Penasihat Presiden Resmikan Huntap untuk Korban Bencana
Sampah di Padaasih Cisaat Identik dari SPPG, Ilyas: Kami Tetap Turun Bersihkan!
Cuaca Ekstrem, TPT Irigasi di Kadulawang Sukabumi Ambruk Timpa Rumah Warga
Polusi Debu Proyek Tol Bocimi Seksi 3 Menghantui Warga Karangtengah Sukabumi
Gus Uha Jawab Isu Mangkrak Proyek Gedung MUI Cikembar Rp 3 Miliar, Hingga Soal Segel Kontraktor Paving Blok
Satnarkoba Polres Sukabumi Kota Tangkap 47 Orang Pengedar Sabu

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 20:57 WIB

Banjir Luapan Sungai Rendam 20 Rumah di Cibadak

Kamis, 16 April 2026 - 20:39 WIB

Longsor di Sukalarang Sukabumi, Satu Warga Meninggal Dunia

Kamis, 16 April 2026 - 15:04 WIB

Bupati Sukabumi dan Penasihat Presiden Resmikan Huntap untuk Korban Bencana

Senin, 13 April 2026 - 20:58 WIB

Sampah di Padaasih Cisaat Identik dari SPPG, Ilyas: Kami Tetap Turun Bersihkan!

Senin, 13 April 2026 - 20:24 WIB

Cuaca Ekstrem, TPT Irigasi di Kadulawang Sukabumi Ambruk Timpa Rumah Warga

Berita Terbaru

HEADLINE

Banjir Luapan Sungai Rendam 20 Rumah di Cibadak

Sabtu, 18 Apr 2026 - 20:57 WIB

EKBIS

Tahara BPR Sukabumi Cicurug Tetap Jadi Primadona

Sabtu, 18 Apr 2026 - 19:17 WIB

RAGAM

Ribuan Nasabah Serbu Tahara BPR Sukabumi Cabang Cikembar

Sabtu, 18 Apr 2026 - 09:19 WIB

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777