JURNALSUKABUMI.COM – Lemahnya peran pengawasan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Sukabumi, untuk menyediakan data kondisi pohon yang mati dan lapuk, kini tetap tegak berdiri di kawasan jalan bhayangkara, Minggu,( 24/02/20). Kelemahan peran pengawasan tentunya menjadi kendala utama,dalam proses pemantauan kondisi pohon menjadi khawatir warga dan pengguna jalan.
“Kami menyadari kecolongan, karena keterbatasan pengawasan untuk data pohon yang layak dan tidak layaknya di Kota Sukbumi, ” ujar Fajar Kepala Seksi Penataan Ruang Terbuka Hijau DLH Kota Sukabumi.
Kendala lain, Fajar menyebut kecolongan pohon mati belum tercantum di arsip dinas, tentu pemicunya terkendala sarana dan prasarana.
“Update data kondisi pohon masih kurang, soalnya setiap bulan mengalami perobahan,” ujarnya.
Setiap harinya kita hanya mampu melakukan perawatan pohon sejumlah tiga pohon saja, dalam bentuk pemangkasan pohon penyebab utamanya ketinggian pohon menjadi kendala.
“Sehari hanya tiga pohon yang kami pangkas, seperti karena ketinggian,” terangnya.
Kasi Penataan Ruang Terbuka Hijau tahun lalu, sengaja kami menggelar bimbingan singkat sebagai upaya menyediakan sumber daya yang memiliki kemampuan memanjat pohon.
” Untuk mengantisipasi persoalan ketinggian, dilaksanakan kegiatan pelatihan panjat pohon,” tandas Fajar.
Dinas Lingkungan Hidup kini menyediakan segudang langkah untuk memberikan kenyamanan dalam hal layanan, mulai soal sampah hingga persoalan kondisi pohon yang tumbuh di sepanjang jalan Kota Sukabumi
“Sebut saja program “Sigalak Tajam”, layanan SUPER dan layananan LAPOR bekerja selama 2×24 jam untuk membuktikan Renyahnya Visi dan Misi Wali Kota Sukabumi,” katanya.
Sementara itu, salah seorang pengguna jalan , Ikhwan (34) mengatakan, rasa khawatir dan was-was melintasi pohon lapuk tersebut, kondisinya sudah mati dan rawan tumbang.
“Kalau diterpa angin kencang, bisa tumbang dan menyebabkan berbagai resiko hingga kecelakaan, kami meminta Pemkot Sukabumi harus sigap,” keluhnya.
Reporter: Hendi
Redaktur: FK Robbi












