Lokakarya 7, Bupati Wacanakan Sertifikat Guru Penggerak Jadi Syarat Kepala Sekolah

Sabtu, 14 Mei 2022 - 20:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Taman Kanak-kanak dan Pendidikan Luar Biasa (PPPPTK TK dan PLB) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi menggelar Lokakarya 7 di Hotel Augusta, Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (14/5/2022).

Kegiatan dengan tema “Festival Hasil Panen Belajar” calon guru penggerak angkatan 3 Kabupaten Sukabumi ini dibuka langsung oleh Bupati Sukabumi, Marwan Hamami.

Marwan mengatakan, tedapat 100 orang calon guru penggerak di Kabupaten Sukabumi yang mengikuti seleksi. Ia berharap guru penggerak dapat menjadi leader, bukan hanya sebatas mengajar di sekolah.

“Jadi hari ini adalah lokakarya yang ke-7 untuk guru penggerak, dimana kita berharap dengan kondisi perkembangan di negeri ini berharap banyak guru penggerak ini untuk bisa memotivasi, tidak hanya di dunia pendidikan, tapi mereka bagaimana juga melihat ruang peluang di lingkungan mereka melakukan kegiatan. Karena seorang guru penggerak dia harus menjadi seorang pemimpin yang bisa menjadi leader,” ujarnya usai kegiatan.

Marwan pun memberikan wacana bahwa syarat menjadi Kepala Sekolah (Kepsek) ke depan harus mempunyai sertifikat guru penggerak.

“Guru-guru penggerak ini ketika mereka optimal melaksanakan kegiatan kebijakan yang sudah digariskan, terutama juga nanti menyangkut kurikulum, ini bisa merubah tatanan tadi, jadi bukan justru nanti tidak ada semangat, jadi saya tadi motivasi mereka siapapun yang jadi guru penggerak kemudian lolos mendapat sertifikat seorang PNS,” katanya.

“Nanti kita akan keluarkan syarat menjadi kepala sekolah misalnya adalah harus punya sertifikat guru penggerak, karena kita melihat banyak sekali infrastruktur pendidikan akibat kepala sekolahnya tidak peduli, hanya gugur kewajiban saja administrasi, bocor sedikit tidak disikapi sehingga rusaklah infrastruktur tadi,” jelasnya.

Menurutnya, seorang guru penggerak tidak hanya menuntaskan kewajibannya dalam bidang administrasi, tetapi harus bisa memotivasi dan menjadi penggerak diluar kewajiban utamanya.

“Tetapi seorang guru penggerak ini harus menjadi motivasi bagi dia untuk bisa menyelesaikan tanpa membiarkan. Nah itulah, jadi cara berpikir mereka sudah kelihatan dari gerai tadi, kalau masih normatif saya motivasi tadi, seperti apa harapannya kedepan, kalau normatif kan SOP mereka sudah jelas seorang guru, seorang pengajar atau seorang pendidik seperti apa,” ucapnya.

“Tapi yang dibutuhkan hari ini diluar itu, jadi dia tidak terkungkung oleh persoalan rumah tangga yang harus mereka menjadi kewajiban, tapi ada kewajiban tambahan luar yang harus mereka cermati,” kata Marwan.

Reporter: Apip | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Gandeng RCC Bandung, UMMI Dongkrak Produktivitas Dosen Lewat Workshop Karya Ilmiah
Kang Anom: PWI Siap Jadi Pengawas SPMB Bersih di Sukabumi
Disdik Sukabumi Pastikan SPMB 2026 Transparan dan Bebas Diskriminasi
ADPUB Goes to Visit, Mahasiswa UMMI Pelajari Sistem Demokrasi di KPU RI
Kemenkes Puji Totalitas Bupati Sukabumi Dorong Fakultas Kedokteran Pertama di Sukabumi
Mahasiswa Hukum NPU Raih Bronze Medal di MEC 8 Lombok, Usung Gagasan Ini!
Bikin Bangga! Dua Siswa Terbaik Sukabumi Lolos Paskibraka Jawa Barat 2026
Keren! SMI Team Silat Edan Borong 5 Piala di O2SN Pencak Silat Kecamatan Cicurug 2026

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 09:57 WIB

Gandeng RCC Bandung, UMMI Dongkrak Produktivitas Dosen Lewat Workshop Karya Ilmiah

Rabu, 27 Mei 2026 - 01:34 WIB

Kang Anom: PWI Siap Jadi Pengawas SPMB Bersih di Sukabumi

Selasa, 26 Mei 2026 - 12:41 WIB

Disdik Sukabumi Pastikan SPMB 2026 Transparan dan Bebas Diskriminasi

Senin, 25 Mei 2026 - 20:42 WIB

ADPUB Goes to Visit, Mahasiswa UMMI Pelajari Sistem Demokrasi di KPU RI

Minggu, 24 Mei 2026 - 11:13 WIB

Kemenkes Puji Totalitas Bupati Sukabumi Dorong Fakultas Kedokteran Pertama di Sukabumi

Berita Terbaru