Cucuran Air Mata ‘Hujani’ Pemakaman Jenazah Siswa MAN I Cibadak

Sabtu, 22 Februari 2020 - 13:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ibunda Raisad Lukam (P), Desi Apriani tampak menangis dan haru saat jenazah anaknya dimakamkan. foto: irfan/jurnalsukabumi.com

i

Ibunda Raisad Lukam (P), Desi Apriani tampak menangis dan haru saat jenazah anaknya dimakamkan. foto: irfan/jurnalsukabumi.com

JURNALSUKABUMI.COM – Cucuran air mata “menghujani” proses pemakaman jenazah siswa MAN I Cibadak, Raisad Lukman P (16) di Kampung Cipanggulaan Desa Kompa, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (22/2/2020).

Kesedihan mendalam sangat terlihat dari keluarga dan teman-teman sekolahnya, terutama ibundanya Desi Apriani. Sejak kedatangan jasad anak sulungnya dari dua bersaudara, hasil buah cinta dengan suaminya Rela Laksana, dia terlihat tak henti-hentinya menangis.

setibanya ambulans yang membawa jenazah anaknya, tampak Desi menangis haru dan sekali-kali terlihat sambil berdoa. Selama berada di dekat jenazah anaknya, tubuhnya tampak lemas dan dipapah oleh kerabatnya.

Pun demikian terlihat di beberapa guru dan sesama teman-teman sekolahnya. Masih mengenakan seragam, siswa-siswi MAN turut terharu dan sebagian besar tak kuat menahan cucuran air mata.

“Kalau kronologisnya kami kurang tahu. Kami tahu dari teman keluarga dan polisi. Kami langsung ke Bahkti Medicare Cicurug, ternyata korban saat itu kritis hingga akhirnya meninggal. Insya Allah, keponakan saya itu saleh dan baik,” ungkap Deden Suryadi (50) kepada jurnalsukabumi.com di lokasi pemakaman.

Dia berharap, pelaku pembacokan hingga merenggut nyawa keponakannya segera tertangkap dan diberikan hukuman setimpal. “Kami keluarga besar mengikhlaskan, ini takdir. Kami menyerahkan sepenuhnya penanganan hukum kepada aparat berwajib, semoga cepat tertangkap dan dihukum setimpal,” tukasnya.

Diberitakan, Raisad meregang nyawa setelah bersimbah darah terkena bacokan senjata tajam ketika pulang menonton pertandingan futsal antarsekolah. Dia pulang dibonceng temannya menggunakan sepeda motor. Sementara beberapa temannya menaikin angkot dan sepeda motor lainnya.

Saat melintas di lokasi, rombongannya diserang yang diduga oleh siswa dari kubu sekolah lainnya. Nahas, Raisad terkena bacokan. Nyawanya melayang saat mendapatkan tindakan medis di RS Bhakti Medicare Cicurug.

Reporter: Irfan
Redaktur: Yoga A Suhada

Berita Terkait

Maling Motor Siang Bolong, Pria Diamuk Massa di Warungkiara
Hergun Sosialisasikan Program Strategis ATR/BPN di Cisolok Sukabumi
Stop Kriminalisasi: Kuasa Hukum Minta dr. Silvi Apriani Dibebaskan, Kasus Dinilai Bukan Pidana
8 Tersangka Korupsi Kredit Fiktif Bank Plat Merah Ditahan, Kerugian Capai Rp2,6 Miliar
Momentum K3 Sedunia, Polres Sukabumi Perkuat Soliditas Jelang May Day
Kasus Food Tray MBG Disidangkan, Terdakwa: Ini Sengketa Bisnis, Bukan Pidana
Kasus Food Tray MBG Bergulir, Kuasa Hukum Nilai Eksepsi Terdakwa Tidak Memenuhi Unsur Pidana
Tasyakuran HBP ke-62, Lapas Sukabumi Tegaskan Komitmen Kerja Nyata dan Pelayanan Prima

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 18:35 WIB

Maling Motor Siang Bolong, Pria Diamuk Massa di Warungkiara

Rabu, 29 April 2026 - 20:14 WIB

Stop Kriminalisasi: Kuasa Hukum Minta dr. Silvi Apriani Dibebaskan, Kasus Dinilai Bukan Pidana

Selasa, 28 April 2026 - 21:41 WIB

8 Tersangka Korupsi Kredit Fiktif Bank Plat Merah Ditahan, Kerugian Capai Rp2,6 Miliar

Selasa, 28 April 2026 - 15:17 WIB

Momentum K3 Sedunia, Polres Sukabumi Perkuat Soliditas Jelang May Day

Selasa, 28 April 2026 - 15:02 WIB

Kasus Food Tray MBG Disidangkan, Terdakwa: Ini Sengketa Bisnis, Bukan Pidana

Berita Terbaru

HEADLINE

Maling Motor Siang Bolong, Pria Diamuk Massa di Warungkiara

Kamis, 30 Apr 2026 - 18:35 WIB

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777