JURNALSUKABUMI.COM – Seorang pria penjual serabi di bekas terminal Kota Sukabumi ditemukan tewas gantung diri di kediamannya, Komplek Brata, Kelurahan Benteng, Kecamatan Warudoyong, Kamis (12/05/2022).
Pria itu diketahui berinisial RO (30) yang bukan merupakan asli warga sini. Sehari-sehari dia bekerja sebagai pedagang surabi, yang dimiliki oleh seorang berinisial M. Yang juga sebagai pemilik rumah tempat korban tinggal, sampai mengakhiri hidupnya.
Kapolsek Warudoyong, Kompol Budi Setiana menuturkan, di lokasi saat itu setelah pemeriksaan TKP diduga korban mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.
“Kalau indikasi lain gak ada, tadi saya lihat sendiri kalau dari tanda-tanda diduga bahwa ini gantung diri. Dari keterangan saksi, karena lama tidak ada kabar akhirnya dihampiri rumahnya. Curiga pagar digembok, dan sepi. Saksi kemudian naik lewat tembok rumah yang masih milik saudara pemilik rumah yang ditinggali korban,” ungkapnya.
Lebih lanjut Budi menjelaskan, hingga kini informasi lainnya masih menunggu keluarga korban yang di luar kota dan hasil visum Rumah Sakit.
“Kita sedang mengupayakan menunggu keluarganya, saat ini jenazah sudah dibawa ke Rumah Sakit Bunut, untuk diperiksa kelanjutannya,” ucap Budi.
“Dia memberi amanat saja ke keluarga yang ditinggalkan di rumah itu. “saya minta maaf kalau selama ini dalam bekerja ada kekurangan”. Terus korban mengakui pernah menggunakan uang Rp 200 ribu. Hanya itu aja, ucapan minta maaf, lewat surat semacam ditulis di buku gitu,” jelasnya.
Sementara itu, Alvin (30) seorang saksi, yang juga mengenali korban sebagai sesama pedagang di lokasi yang sama menuturkan, jika sebelum peristiwa tersebut tidak terdapat gelagat yang menunjukan bahwa RO akan mengakhiri hidupnya.
“Saya juga gak nyangka, soalnya buka bareng usaha, beda usaha cuma sebelahan tempatnya. Bukan asli sini dia, bilangnya Bandung tapi kelahiran Tasik,” ujar Alvin.
“Kemarin saya ke sini, sebelumnya dia ngasih tau datangnya telat jam tiga siang, bilangnya cape badan. Udah lama gak ada kabar, saya panggilin gak nyaut. Tadi abis dhuhur saya panggil lagi, masih gak ada sahutan juga,” ujar Alvin.
Penasaran karena tidak ada kabar, akhirnya Alvin memutuskan untuk memastikan masuk, yang juga bersebelahan dengan tempat dia tinggal.
“Panggil-panggil terus saja, pas sebelum masuk di tangga saya lihat ada tali di tangga sebelum turun teh, saya coba liat, keliatan ada kepalanya, saya langsung lari keluar bilang ke si ibu yang masih saudara pemilik rumah ini, kayanya mah gantung diri tapi saya gak berani liat,” tandasnya.
Reporter: Fira Alfi Syahrin | Redaktur: Ujang Herlan












