Jembatan Terpanjang di Asia Tenggara hingga Kampung Lahang Ada di Kecamatan Kadudampit

Rabu, 30 Maret 2022 - 06:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Siapa yang tak kenal dengan objek wisata alam Situ Gunung Suspension Bridge atau Jembatan Gantung Situ Gunung yang berada di Desa Gedepangrango, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi.

Kawasan wisata alam yang berada di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) ini menawarkan panorama hutan yang masih asri dan udara yang sejuk.

Jembatan tersebut merupakan jembatan gantung terpanjang di Asia Tenggara. Panjangnya adalah 243 meter dengan lebar 1,2 meter dan berada di ketinggian 107 meter dari dasar tanah.

Lokasi ini menjadi pesona wisata di Kecamatan yang memiliki luas 5.460,23 hektare itu dan mampu memantik perhatian publik. Bahkan, diresmikan langsung oleh Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan pada Maret 2019 silam.

“Ragam potensi wisata di sini cukup lah kaya. Selain Jembatan Gantun, juga terdapat wisata lainnya yang tak kalah menarik. Satu di antaranya, potensi wisata baru, Kampung Lahang di Desa Gedepangrango,” ujar Camat Kadudampit, Yanti Budiningsih, belum lama ini kepada jurnalsukabumi.com.

Ia menilai, menggeliatnya sektor wisata di wilayahnya itu tidak lain adalah bukti kontribusi swadaya masyarakat. Sehingga mampu melahirkan konsep wisata yang sangat unik dan menarik. Yakni bisa menginap di homestay yang terbuat dari bambu, konsepnya saung. Sehingga namanya Saungstay.

“Wisatawan yang tinggal di Saungstay dapat menikmati segala sajian yang ada. Tentu yang menjadi tradermark adalah air lahang atau peueut dan anek sajian khas pedesaan lainnya, seperti kukuluban,” lanjut Yanti.

Tak hanya itu, wisatawan juga bisa menikmati hidup dan beraktivitas keseharian bersama warga setempat. Mulai dari bercocok tanam, memanen hasil pertanian, bahkan bersama-sama mengolah dan menyajikan makanan.

Di sisi lain, Yanti memamparkan, ada sembilan desa di Kecamatan Kadudampit. Yaitu Kadudampit, Gedepangrango, Citamiang, Cikahuripan, Muaradua, Sukamanis, Sukamaju, Cipetir, dan Udrusbinangun.

Dengan kekayaan potensi yang dimiliki, Yanti berharap Kecamatan Kadudampit bertindak sebagai subjek dalam aktivitas ekonomi di sektor pariwisata Kabupaten Sukabumi. sehingga dengan adanya pariwisata unggulan di Kadudampit dapat meningkatkan taraf kehidupan masyarakat.

“Tugas kami selanjutnya adalah bagaimana agar UMKM bisa berkembang bersama-sama dengan semakin berkembangnya destinasi wisata Kadudampit. Sehingga aktivitas ekonomi yang mendukung pariwisata tersedia dan terpusat di Kadudampit,” tandasnya. (adv).

Berita Terkait

PENYU Cari Lokasi Ideal, Gadobangkong hingga Citepus Dibidik Jadi Kawasan Baru Mangrove
8 Tahun Padjadjaran Anyar, Dari Nyukcruk Galur hingga Menjaga Warisan Karuhun
Desa Wisata Tegallega Disiapkan Jadi Magnet Baru Pariwisata Sukabumi Selatan
Tantri Kotak Puji Antusias Penonton Geopark Ciletuh, Insiden Pelukan Jadi Pengingat Soal Keamanan
Jangan Bangga dengan UNESCO, Wisata Sukabumi Perlu Sentuhan Nyata
DPRD Dorong Syukuran Nelayan Ciwaru Jadi Penggerak Ekonomi dan Pelestarian Budaya Pesisir Sukabumi
Lihat Laut dari Dalam, Komunitas PENYU Sukabumi Buka Kelas Try Scuba untuk Pemula
447 Tahun Tak Lekang Zaman, Seren Taun Ciptamulya Masih Bertahan di Tengah Modernisasi

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 15:29 WIB

PENYU Cari Lokasi Ideal, Gadobangkong hingga Citepus Dibidik Jadi Kawasan Baru Mangrove

Senin, 27 Juli 2026 - 18:46 WIB

8 Tahun Padjadjaran Anyar, Dari Nyukcruk Galur hingga Menjaga Warisan Karuhun

Sabtu, 25 Juli 2026 - 10:32 WIB

Desa Wisata Tegallega Disiapkan Jadi Magnet Baru Pariwisata Sukabumi Selatan

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:56 WIB

Tantri Kotak Puji Antusias Penonton Geopark Ciletuh, Insiden Pelukan Jadi Pengingat Soal Keamanan

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:18 WIB

Jangan Bangga dengan UNESCO, Wisata Sukabumi Perlu Sentuhan Nyata

Berita Terbaru