JURNALSUKABUMI.COM – Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi atau biasa disapa Kang Fahmi menilai, sebelumnya pola dan bentuk musrenbang dilaksanakan sangat formal dalam menyampaikan berbagai perencanaan tahun mendatang. Demikian disampaikan politisi PKS usai mengikuti kegiatan Musrenbang, Tingkat Kota Sukabumi tahun 2022.
“Sejak tiga tahun terkahir, kami ingin mengubah format karena ingin musrenbang bukan sekedar untuk presentasikan apa yang disepakati pada musrenbang kelurahan, kecamatan dan lainnya, ” kata Kang Fahmi,.kepada jurnalsukabumi.com, Senin (21/3/22). Kegiatan berlangsung di halaman Kantor Bappeda Kota Sukabumi.
Musrenbang kata dia, hendaknya dijadikan ajang melestarikan seni budaya dan melihat sejarah. Di mana ditampilkan folklore atau cerita daerah diharapkan semangat membangun masa depan tidak lepas dari masa lalu karena membangun masa depan harus tahu sejarah kota.
“Musrenbang bagian tidak terpisahkan dalam perencanaan pembangunan melalui pendekatan politis dan kolaboratif,” kata Fahmi.
Selain itu, pokok pikiran dan visi misi kepala daerah dan DPRD masuk dalam musrenbang. Berikutnya masukan tokoh agama, tokoh masyarakat, karangtaruna dan berbagai pihak masuk sebagai pendekatan partisipatif.
Berikutnya jelas dia, pendekatan teknokratik yakni perencanaan pembangunan sudah sesuai dengan azas yang dapat dipertanggungjawabkan berbasis keilmuan.
Selain itu dia menuturkan, perencanaan tidak bisa lepas dari unsur pentahelix dan kini menjadi hexa helix ditambah istitusi perbankan selain ABCGM.
“Dalam forum ini juga disampaikan terkait tema pembangunan, visi misi pembangunan, capaian kinerja 2021, arah kebijakan pembangunan, isu pembangunan dan proyek strategis 2023. Tahun depan tahun akhir penuntasan RPJMD 2018-2023,” ujarnya.
Jadi dipastikan bahwa perencanaan pembangunan berhubungan dengan kegiatan dan program kegiatan menampung aspirasi masyarakat tidak terlepas tema pembangunan 2023 tersebut.
”Sehingga tema Musrenbang yakni bersama bekerja dan berkarya tuntaskan cita karena ingin menyelesaikan di tahun depan dalam RPJMD 2018-2023,” ungkap Fahmi.
Menurut Fahmi, pada 2023 mendatang, ditetapkan sebuah arah pembangunan. Di antaranya pencapaian target indikator makro, penyelesaiaan isu strategis, pemulihan ekonomi pasca pandemi, dan penuntasan program unggulan.
Khusus pemulihan ekonomi pasca pandemi dilakukan karena sebelumnya daerah terdampak dengan pandemi Covid-19.
Sehingga diperlukan penanganan khusus agar kondisi ekonomi di daerah bisa pulih kembali. Di sisi lain lanjut Fahmi, ada 4 isu strategis di 2023. Pertama lenuntasan kawasan kumuh, sanitasi lingkungan dan pengelolaan sampah.
Di mana pada 2022 dan 2023 diharapkan mampu menuntaskan kawasan kumuh seluas 55 hektare. Sementara terkait sanitasi lingkungan akan ditargetkan sebanyak 33 kelurahan Open Defecation Free (ODF) atau stop buang air besar sembarangan dan akan dibangun instalasi pengolahan sampah dalam pengurangan produksinya.
Isu kedua lanjut Fahmi terkait penguatan modal sosial berbasis nilai budaya. Sebab pembangunan tidak hanya dilakukan pemerintah semata tapi sinergis dan kolaborasi dengan pihak lain.
“Berikutnya ketiga pemilu dan pilkada 2024 dan terakhir ke empat, penyederhanaan birokrasi. Di mana ke empat isu ini menjadi prioritas dalam penanganannya,” tandasnya.
Kegiatan yang bertemakan ”Bersama Bekerja, Berkarya Tuntaskan Cita” ini dihadiri Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi, Ketua DPRD Kota Sukabumi Kamal Suherman dan perwakilan unsur forkopimda.
Hadir pula Sekda Kota Sukabumi Dida Sembada, Kepala Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Bappeda Jawa Barat Aris Budiman dan Kepala Bappeda Kota Sukabumi Reni Rosyida Muthmainnah dan Ketua Karang Taruna Kota Sukabumi Raden Kusumo Huptaripto.
Reporter: Rizky Miftah | Redaktur: Usep Mulyana












