Kang Fahmi Resmikan Museum Tionghoa di Kota Sukabumi

Minggu, 20 Februari 2022 - 15:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Kota Sukabumi kini memiliki Museum Tionghoa dan Gedung Hakka Sukabumi yang terletak di kompleks Danalaga Square, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi.

Keberadaan museum ini sebagai ikon kebersamaan dan persatuan serta jadi destinasi wisata Kota Sukabumi. Museum ini hasil kerjasama Masyarakat Sadar Wisata dan Yayasan Dapuran Kipahare.

Di museum itu terdapat beberapa barang bersejarah Tionghoa di Kota Sukabumi. Mulai dari barang keseharian yang biasa digunakan Tionghoa dan barang antik yang umurnya sudah ratusan tahun.

Ketua Panitia Kegiatan Budiyanto Hukin Pramoto menerangkan, di Sukabumi banyak suku Tionghoa yang sudah ada sejak ratusan tahun lalu. Sehingga, museum tersebut untuk mengingat sejarah.

” Museum Tionghoa didirikan supaya tidak melupakan sejarah bahwa Tionghoa ada di Sukabumi dan menjadi bagian tidak terpisahkan dari Indonesia,” imbuhya.

Sementara itu Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi mengatakan, keberadaan museum itu selaras dengan rencana Program Pemkot Sukabumi yang ingin punya kampung pecinan karena ada potensi pariwisata luar biasa besarnya.

Apalagi sambung Fahmi Kota Sukabumi mempunyai potensi itu baik bangunan dan nilai sejarahnya sehingga hanya tinggal menata agar terwujud sebagaimana yang diharapkan.

” Museum ini sebagai salah satu jawaban dari keinginan mulia bersama memajukan Kota Sukabumi,” kata Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi, usai melakukan peresmian museum tersebut.

Lanjut Fahmi, Meskipun Sukabumi terbatas dalam sumber daya alam, akan tetapi kota memiliki sejarah salah satunya mempunyai vihara dan kini museum Tionghoa jadi potensi pariwisata. Kehadiran museum akan mengundang banyak pengunjung dari luar Sukabumi singgah ke kota.

Hal ini dibarengi dengan penataan ruas jalan delapan ruas jalan Kota Sukabumi agar memiliki walking tourism atau pariwisata jalan kaki. Nantinya trotoar diperindah dan dipercantik supaya ekonomi bergerak.

”Keberadaan museum Tionghoa ini agar jangan melupakan sejarah, tidak bisa dipungkiri Sukabumi berdiri dan tegak dikarenakan sumbangsih para leluhur,” tandasnya.

Reporter: Rizky Miftah | Redaktur: Usep Mulyana

Berita Terkait

Hergun Sampaikan Pesan Sederhana Kunci Rumah Tangga Harmonis di Pernikahan Anton Susanto
Pemkab Sukabumi Tegaskan Respons Cepat Aduan Warga, Keterbukaan Informasi Jadi Prioritas
Hergun Jadi Saksi Nikah Relawan Manuk Dadali, Anton dan Laelatu Resmi Menikah di Parungkuda
Fokus Rancang Regulasi, Hergun Minta Kemendagri Bersama Kemensetneg dan BSKDN Rampungkan RPP Desartada dan Penataan Daerah
Disnakertrans Dorong Perlindungan Pekerja SPPG, Ratusan Relawan Diupayakan Masuk BPJS
ABPEDNAS Cetak Sejarah, Raih 100 Ribu Anggota Bertepatan Hari Lahir Pancasila 2026
Pancasila di Tengah Tantangan Zaman, Pesan Bupati Sukabumi untuk Generasi Muda
DP3A Sukabumi Dorong Generasi Bebas Diskriminasi Melalui Program Cager

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 12:31 WIB

Hergun Sampaikan Pesan Sederhana Kunci Rumah Tangga Harmonis di Pernikahan Anton Susanto

Jumat, 5 Juni 2026 - 12:26 WIB

Pemkab Sukabumi Tegaskan Respons Cepat Aduan Warga, Keterbukaan Informasi Jadi Prioritas

Jumat, 5 Juni 2026 - 10:58 WIB

Hergun Jadi Saksi Nikah Relawan Manuk Dadali, Anton dan Laelatu Resmi Menikah di Parungkuda

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:34 WIB

Disnakertrans Dorong Perlindungan Pekerja SPPG, Ratusan Relawan Diupayakan Masuk BPJS

Selasa, 2 Juni 2026 - 21:26 WIB

ABPEDNAS Cetak Sejarah, Raih 100 Ribu Anggota Bertepatan Hari Lahir Pancasila 2026

Berita Terbaru