Kasus DBD di Kota Sukabumi Naik, Warga Diimbau Terapkan PHBS

Senin, 24 Januari 2022 - 19:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Kasus penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) berdarah di Kota Sukabumi meningkat. Dari data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi tercatat sebanyak 39 warga terjangkit.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Kota Sukabumi, Wahyu Handrian, mengatakan saking meningkatnya. saat ini beberapa rumah sakit di Kota Sukabumi hampir penuh sekitar 80% diisi oleh pasien DBD.

“Ya, kasus DBD di Kota Sukabumi pada awal tahun ini meningkat. Bahkan di beberapa rumah sakit di Kota Sukabumi hampir penuh,” kata Wahyu.

Lanjut dia, penyakit yang berasal dari gigitan nyamuk aedes aegypti dan Aedes albopictus ini meningkat akibat faktor cuaca.

“Faktornya adalah cuaca sehingga kita himbau masyarakat agar mengantisipasi dengan cara pola hidup bersih dan pemberantasan sarang nyamuk,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Sukabumi, Lulis Delawati, menambahkan jumlah kenaikan kasus DBD pada awal tahun ini meningkat dibanding tahun sebelumnya dengan periode yang sama.

“Untuk awal tahun lalu hanya tercatat 23 orang dan sekarang tercatat 39. Data ini jelas meningkat jika dibandingkan tahun lalu,” kata dia.

Kendati demikian, sambung Lulis, beruntung dalam kasus tersebut belum ditemukan pasien meninggal dunia akibat penyakit DBD ini.

“Sejauh ini belum ada laporan meninggal dunia, mudah-mudahan tidak terjadi. Dan ini perlu peran serta masyarakat dalam membasmi DBD ini,” jelasnya.

Dengan adanya peningkatan kasus itu, Pemerintah Kota Sukabumi pun tidak tinggal diam, Pemkot mengambil langkah-langkah untuk mengantisipasi lonjakan kasus DBD ini.

Misalnya Wali Kota Sukabumi mengeluarakan Surat Edaran (SE) pencegahan kepada masyarakat. Seperti upaya pencegahan dan pengendalian DBD dengan memperkuat pelaksanaan gerakan 1 rumah 1 jumantik (G1R1J).

Dengan mengoptimalkan segenap anggota keluarga menjadi juru pemantau jentik (jumantik) di rumah masing-masing.

Selain itu melaksanakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan kegiatan menguras, menutup, mendaur ulang (3M) plus yaitu menghindari gigitan nyamuk di lingkungan rumah, perkantoran, tempat kerja, sekolah dan tempat-tempat umum.

Upaya lainnya dengan mengaktifkan kelompok operasional penanggulangan DBD (Pokjanal) di berbagai tingkatan RT, RW, Kelurahan, kecamatan hingalga tingkat kota. Berikutnya membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di seluruh lapisan masyarakat.

Reporter: Rizky Miftah | Redaktur: Mohammad Noor

Berita Terkait

Dulu Lahan ini Sawah Subur dengan Aliran Air Melimpah, Kini Tinggal Padang Rumput
17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 
Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah
Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen
Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Sukabumi, BPBD Pastikan Belum Ada Laporan Kerusakan
17 Tahun Irigasi Terbengkalai, Sawah Hilang, Warga Cikadu Gali Sumur di Bekas Saluran Air Demi Bertahan Hidup
Liburan Berubah Duka, Dua Pelajar Meninggal Terseret Ombak di Pantai Kapitol Sukabumi 
Resmi Dilantik, Kang Sule Kembali Pimpin SMSI Sukabumi Raya 2025–2028

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:53 WIB

Dulu Lahan ini Sawah Subur dengan Aliran Air Melimpah, Kini Tinggal Padang Rumput

Senin, 20 Juli 2026 - 21:23 WIB

17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 

Senin, 20 Juli 2026 - 18:39 WIB

Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah

Senin, 20 Juli 2026 - 15:54 WIB

Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:30 WIB

Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Sukabumi, BPBD Pastikan Belum Ada Laporan Kerusakan

Berita Terbaru