JURNALSUKABIMI.COM – Perumda BPR Sukabumi, mengembangkan sistem usaha perbankan melalui strategi pendekatan emosional dan personal kepada seluruh nasabahnya. Melalui strategi tersebut, Bank BPR Sukabumi saat ini berhasil mengelola dana nasabah dengan nilai total sebesar Rp328 miliar. Dana tersebut terdiri dari dana tabungan sebesar Rp257 miliar dan deposito Rp71 miliar.
Demikian disampaikan Direktur Umum dan Fungsi Kepatuhan Perumda Sukabumi, Wibowo Hadikusuma, kepada jurnalsukabumi.com, Jumat (14/1/22).
“Pengembangan bisnis yang kami jalankan yaitu melalui pendekatan secara emosional dan personal kepada seluruh nasabah Apalagi saat ini masih dalam masa. PPKM,” kata pucuk pimpinan bank plat merah yang selalu tampil ceria itu.
Bahkan dia akan mewacanakan akan perubahan nama dari Bank Perkreditan Rakyat diubah menjadi Bank Perekonomian. Karena menurutnya “Perkreditan” itu konotasinya meminjamkan.
“Hari ini kami akan menyalurkan dana untuk pengembangan usaha produktif bukan untuk konsumtif. Kalau sektor konsumtif yang mendominasi, nanti yang ada bukan prestasi yang muncul, tapi sebaliknya jadi wanprestasi. Karena itu, mau tidak tidak mau harus menyelesaikan kewajibannya,” ujarnya.
Apalagi saat ini lanjut dia, tiap perbankan memiliki pengkinian data yang disebut sistem informasi debitur (SID). Dengan sistem ini, dengan mudah Bank mengidentifikasi nama calon nasabah yang masih memiliki tanggungan dengan lembaga keuangan atau pembiayaan lain.
“Sekarang sudah menggunakan sistem digitalisasi. Untuk mengikuti perkembangan BPR juga akan memaksimalkan sistem digitalisasi sesuai arahan pemerintah. Sebagaimana diketahui, dewasa ini adalah masanya pertarungan bisnis makanya harus melakukan pelatihan dan persiapan yang matang menghadapi kompetitor kita,” tegasnya.
Dalam dunia bisnis jelas dia, pasti ada kalkulasinya. Sistem di dalamnya tidak mengenal kekerabatan maupun pertemanan. Karena dalam mengola sistem keuangan secara amanah. Hal itu sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK). Namun sejalan dengan merebaknya pandemi Covid-19, paling tidak membawa dampak cukup berat pada dunia usaha, tambahnya.
Redaktur: Usep Mulyana












