Sampah Numpuk, Warga Desa Karawang Tagih Janji DLH Sukabumi

Minggu, 2 Februari 2020 - 18:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Munculnya kabar tentang Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi yang berencana melakukan penambahan jadwal mobilisasi armada pengangkut sampah baru-baru ini, membuat warga Desa Karawang, Kecamatan/Kabupaten Sukabumi, tak sabar menantinya dan kepastiannya.

Cecep (45) tokoh muda warga Desa Karawang belum lama ini dengan gamblang membeberkan persoalan akan perlunya penambahan mobilisasi pengangkut sampah.

” Warga sudah semakin sadar akan sampah, tapi kami kesulitan dalam proses pembuangan sampah itu ” ungkapnya.

Bahkan dirinya (cecep,read) menyebut persoalan mobilisasi pengangkutan sampah ini, bila dibiarkan berlarut-larut dikhawatirkan akan berdampak persoalan baru tentang sampah.

“Saya mohon kepada DLH untuk segera merealisasikan wacana ini karena khawatir sampah rumahan dari warga makin lama makin menumpuk dikarenakan proses pengangkutan, ” tandas Cecep di Auditorium Kantor Desa Karawang, Minggu (02/02/20).

Hal senada dikatakan Kepala Desa Karawang Iwan, bicara soal sampah memang menjadi agenda garapan prioritas, dengan kondisi geografis dan tata letak wilayah cukup luas membuat kesulitan dalam proses mobilisasi pengangkutan sampah.

“Kondisi wilayah kami sangatlah luas maka butuh tambahan jadwal angkutan,” kata Iwan Kepala Desa Karawang.

Lebih jauh Iwan pun membenarkan, kaitan kabar Dinas Lingkungan Hidup Bidang Kebersihan Kabupaten Sukabumi akan menambah jadwal mobilisasi armada pengangkut sampa.

“Pakk Kabid Denis memang udah siap menambah jadwal mobilisasi armada, tapi tak tahu kapan, ” sambung Iwan

Berdasarkan hasil penelusuran Reporter Jurnalsukabumi.com baru – baru ini, Desa Karawang memang memiliki kondisi geografis dan tata letak wilayah cukup luas, menjadi penyangga daerah destinasi wisata setelah Desa Perbawati dan Desa Warnasari tak ayal intensitas kesadaran warga akan sampah kian meningkat, kondisi ini perlu di imbangi oleh kekuatan waktu mobilisasi armada pengangkut sampah.

Reporter : Hendi

Redaktur : FK Robbi

Berita Terkait

Dulu Lahan ini Sawah Subur dengan Aliran Air Melimpah, Kini Tinggal Padang Rumput
17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 
Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah
Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen
Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Sukabumi, BPBD Pastikan Belum Ada Laporan Kerusakan
17 Tahun Irigasi Terbengkalai, Sawah Hilang, Warga Cikadu Gali Sumur di Bekas Saluran Air Demi Bertahan Hidup
Liburan Berubah Duka, Dua Pelajar Meninggal Terseret Ombak di Pantai Kapitol Sukabumi 
Resmi Dilantik, Kang Sule Kembali Pimpin SMSI Sukabumi Raya 2025–2028

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:53 WIB

Dulu Lahan ini Sawah Subur dengan Aliran Air Melimpah, Kini Tinggal Padang Rumput

Senin, 20 Juli 2026 - 21:23 WIB

17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 

Senin, 20 Juli 2026 - 18:39 WIB

Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah

Senin, 20 Juli 2026 - 15:54 WIB

Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:30 WIB

Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Sukabumi, BPBD Pastikan Belum Ada Laporan Kerusakan

Berita Terbaru