BEM Universitas Muhammadiyah Sukabumi Geruduk Pemkot, Ada Apa?

Kamis, 23 Desember 2021 - 16:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Administrasi dan Humaniora (FIAH) Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) menggelar unjuk rasa di Kantor Pemkot Sukabumi, Kamis (23/12/2021).

Pantauan Jurnalsukabumi.com, puluhan mahasiswa tersebut berjalan dari Kampus UMMI sambil berorasi menggunakan pengeras suara menuju halaman depan Pemkot Sukabumi dengan pengawalan aparat Polres Sukabumi Kota, Satpol PP, Damkar Kota Sukabumi.

Direktur BEM FIAH UMMI, M. Bintang Rachmansyah mengatakan, berdasarkan hasil kajian survei di lapangan dan kebijakan pemerintah yang ditetapkan, setidaknya ada beberapa proyek Pemerintah Kota Sukabumi saat ini belum selesai atau tidak sesuai target RJPMD.

“Pembangunan tersebut di antaranya jalur pedestrian jalan Ahmad Yani, penataan Alun-alun terpadu, lapang merdeka, pembenahan jalan di pasar pelita, pembangunan RSUD Al-Mulk, pembanguan jalan dan drainase pembanguan pasar lembursitu,” kata Bintang dalam orasinya.

Meskipun demikian, sambung dia, terdapat juga beberapa usulan pembangunan infrastruktur dan pembangunan sumber daya manusia yang diajukan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di kelurahan Nangleng, Citamiang, Subangjaya dan Karamat yang harus diaspirasikn kepada Pemkot Sukabumi.

“Fokus permasalahan yang diangkat saat ini terkait pembangunan jalan pendestrian jalan A Yani dan penataan Alun-alun terpadu. Kami menilai pembangunan ini belum maksimal, karena secara jangka waktu harus sudah selesai jika ditinjau berdasarkan surat perjanjian kesepakatan (SPK) antara penyedia jasa dan DPUTR,” jelasnya.

Menurutnya dampak dari pembanguan itu tidak ada kejelasan. Sehingga, merugikan pengusaha toko yakni seperti pemasangan tray kabel di sepanjang plafon toko-toko tanpa seizin pemilik toko dan PJU terlalu mepet ke toko menjadi sempit dan dikhawatirkan akan terjadi kemacetan.

“Tak hanya itu, pedagang kaki lima setelah di relokasi ke pasar degung, pasar dewi sartika, pasar kaum menimbulkan banyak keluhan atas relokasi tersebut,” tandasnya.

Dalam aksi tersebut Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam BEM FIAH UMMI membubarkan diri lantaran merasa kecewa tidak ditanggapi oleh Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi.

Reporter: Azis Ramdhani | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Usai Digruduk Warga, Guru Ngaji di Simpenan Dilaporkan ke Polisi atas Dugaan Pencabulan
Sungai Tak Lagi Jernih, Warga Simpenan Desak Penertiban Tambang Liar
Rumah Dikepung Massa, Dugaan Pencabulan Oknum Guru Ngaji Gegerkan Warga Simpenan
Kebutuhan Dasar Penyintas Ciptamulya Dipastikan Aman, Fase Darurat Resmi Ditutup
Berangkat Esok, 52 Korban Kebakaran Ciptamulya Diundang KDM ke Lembur Pakuan
Wamenko Tantang Sukabumi Bangun Budaya Pilah Sampah di Setiap Desa
Bukan Toko, Ini Swalayan Pakaian Gratis di Posko Korban Kebakaran Ciptamulya
Nyalip Bersamaan di Cibadak, Pengendara Motor Meninggal Dunia Usai Bertabrakan dengan Mikrobus

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 13:06 WIB

Usai Digruduk Warga, Guru Ngaji di Simpenan Dilaporkan ke Polisi atas Dugaan Pencabulan

Minggu, 2 Agustus 2026 - 13:02 WIB

Sungai Tak Lagi Jernih, Warga Simpenan Desak Penertiban Tambang Liar

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 13:34 WIB

Rumah Dikepung Massa, Dugaan Pencabulan Oknum Guru Ngaji Gegerkan Warga Simpenan

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 11:08 WIB

Kebutuhan Dasar Penyintas Ciptamulya Dipastikan Aman, Fase Darurat Resmi Ditutup

Jumat, 31 Juli 2026 - 22:33 WIB

Berangkat Esok, 52 Korban Kebakaran Ciptamulya Diundang KDM ke Lembur Pakuan

Berita Terbaru