JURNALSUKABUMI.COM – Production House (PH) F2Pictures menggelar konferensi pers (Konfers) dalam penayangan perdana film ‘Love is Magic’ di kantor PH F2Pictures di Perumahan Bumi Sekarwangi Cibadak, Blok A No.6, Kabupaten Sukabumi, Jumat (10/12/21).
Acara tersebut, dihadiri oleh Excecutive Producer Ferdy Ferdian, Producer Aldy Simanjuntak dan para aktris pendukung film tersebut yang bermaterikan artis nasional dan artis asli Sukabumi yang sulit untuk hijrah menembus dunia keartisan di ibu kota.
“F2Ficture ingin mewadahi talenta-talenta milenial asal Sukabumi yang memiliki cita-cita tinggi dalam menekuni seni peran. Silahkan nonton di YouTube, tidak boleh nyontek, download di Google chat OkeFlix dan lanjutkan prosedur administrasinya,” kata Ferdy.
Setelah penayangan perdana film ini, dia berencana akan kembali membuat film-film bermutu selanjutnya untuk mengangkat nama Sukabumi dalam blantika film nasional.
“Bahkan bukan tidak mungkin F2Picture ke depan akan memproduksi film layar lebar,” ucapnya.
Salah seorang pemeran pria dalam film pendek tersebut, Leon Dozan menuturkan, dia sangat menikmati perannya sebagai Dafa. “Jujur, sangat senang. Ditambah, lawan main dalam film tersebut sangat mendukung aksi saya,” singkatnya.
Tidak sampai di sana, Love is Magic juga mengkolaborasi artis asal Sukabumi dan artis yang telah malang melintang di jagat perfilman nasional. Terdiri dari Stefhanie Zamora sebagai Shasa, Ajeng Fauziah sebagai Kania, Leon Dozan sebagai Dafa, Eunice Sandi sebagai Farah, Krisna Mukti sebagai Bobby papa Shasa dan Alicia Dzohar sebagai Kepala Sekolah.
Love is Magic juga didukung oleh para pemain dari Kota Sukabumi, di antaranya Arief Nasution sebagai Arief, Yunita Lestari sebagai Aurel, Casandra Queensha sebagai Caca, Rafi Nasution sebagai Guru BK dan Limpar Gumelar sebagai Guru.
Dalam penayangan perdana melalui sistem OkeFlix diumumkan tiga orang pemenang dari 100 orang penonton pertama dengan hadiah total Rp100 juta. Para pemenang yang beruntung itu terdiri dari Deni Mardani Siregar dari Pulogadung Jakarta Timur, Irfan Maulana dari Sukabumi dan Oni Sudrajat dari Bandung.
Redaktur: Usep Mulyana | Redaktur: Ujang Herlan












