JURNALSUKABUMI.COM – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) R. Syamsudin, SH., mengembangkan satu metode alternatif bagi pasien cuci darah. Umumnya, penanganan pasien cuci darah menggunakan hemodialisis ( cuci darah menggunakan mesin).
Terobosan cuci darah dengan menggunakan metode CAPD (continuous ambulatory peritoneal dialysis) akan memperbaiki bahkan menyempurnakan sistem yang telah ada.
CAPD adalah metode cuci darah yang dilakukan lewat perut. Metode ini memanfaatkan selaput dalam rongga perut (peritoneum) yang memiliki permukaan luas dan banyak jaringan pembuluh darah sebagai filter alami ketika dilewati oleh zat sisa.
CAPD lebih disarankan sebagai pilihan pertama bagi pasien gagal ginjal, dibanding hemodialisis.
Bila dibandingkan dengan hemodialisis, CAPD memiliki beberapa kelebihan. Pertama mengenai biaya yang harus dikeluarkan pasien. Untuk melakukan CAPD, biayanya akan lebih murah dibanding hemodialisis.
Kedua selain dari segi biaya, CAPD juga jauh lebih mudah dan fleksibel digunakan oleh pasien gagal ginjal. CAPD dapat digunakan kapan saja, dapat dilakukan tidak harus di rumah sakit, beda halnya dengan hemodialisis.
Redaktur: Usep Mulyana












