JURNALSUKABUMI.COM – Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi menetapkan kasus keracunan massal di Desa Neglasari, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, Harun Alrasyid, melalui Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, Masykur Alawi mengatakan, jumlah keracunan massal di tempat tersebut terus bertambah.
Pada pendataan awal, ada 38 warga yang keracunan dengan gejala umum seperti mual, pusing, muntah, mencret, dan badan lemas. Namun, pada Rabu (03/11/2021) petugas telah mencatat jumlah total korban keracunan massal itu, hingga mencapai sekitar 55 orang.
“Kasus keracunan makanan secara massal di wilayah Kecamatan Cibadak itu, sudah masuk pada KLB,” kata Masykur Alawi kepada jurnalsukabumi.com, Rabu (03/11/2021).
Dari jumlah tersebut, delapan warga diantaranya telah dirujuk ke rumah sakit dan klinik. Diantaranya, satu pasien perempuan dibawa ke Klinik Bebitha Cidahu, enam pasien dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sekarwangi Cibadak, dan satu pasien lagi di rujuk ke Klinik Jakarta.
“Mereka sengaja kita evakuasi ke rumah sakit maupun ke klinik. Karena, para korban ini sempat mengalami gejala berat,” ucapnya.
Masih kata dia, berdasarkan prosedur kesehatan dalam penanggulangan keracunan makanan, petugas medis terus melakukan penanganan secara komprehensif atau luas. Petugas juga membangun posko kesehatan di lingkungan warga, tepatnya di Kampung Kubang, RT 001/012, Desa Neglasari.
Pemkab Sukabumi mengerahkan tim medis gabungan dari Puskesmas yang dipimpin langsung oleh Kepala Puskesmas Sekarwangi Cibadak.
“Kemudian, kita juga telah mengidentifikasi lapangan untuk mengambil data dan kronologis kejadian di lapangan oleh tim Surpelen TRC dan kemudian melakukan penyelidikan epidemologi,” jelasnya.
Saat ini, sambung Masykur, petugas gabungan dari tim medis tengah melakukan observasi untuk memantau kondisi korban keracunan massal itu. Observasi dilakukan di rumah korban maupun di kilink dan Rumah Sakit Sekarwangi Cibadak. Bukan hanya itu, Dinkes juga terus melakukan koordinasi dengan lintas sektor. Mulai dari pemerintah desa hingga Kecamatan Cibadak.
“Kami juga telah mengintruksikan tim surveilans Puskesmas Sekarwangi Cibadak dan dan Kasi Kesling dan Kesmas untuk melakukan epidemologi lingkungan secara ketat dan sweeping penderita. Ini yang terus dan yang sudah dan kita lakukan, baik itu untuk penanganannya,” imbuhnya.
Setelah itu, Dinkes berencana menindaklanjuti peristiwa keracunan massal ini dengan sosialisasi hidup bersih dan sehat di lingkungan tersebut.
“Intinya, kasus keracunan makanan ini, masih menjadi PR kami. Untuk itu, akan kita analisa secara benar dan mengedukasi seluruh masyarakat Kabupaten Sukabumi agar kasus serupa tidak terulang kembali di Kabupaten Sukabumi,” tandasnya.
Reporter: Azis Ramdhani | Redaktur: Mohammad Noor












