JURNALSUKABUMI.COM – Dua kata, syukur dan selawat jadi topik penyampaian ceramah salah satu dai kondang Sukabumi, Ustadz M. Sulaeman Nur pada puncak acara ‘Jurnalsukabumi.com Mengaji’ sekaligus peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Minggu (24/10/2021) malam.
Sekretaris Pengurus Cabang Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (PC LTM NU) Kabupaten Sukabumi itu menjelaskan, syukur dan selawat menjadi jembatan dalam menjemput syafaat dan doa.
“Di dalam QS. Ibrahim/14: 7, Allah SWT sudah menetapkan dan menjelaskan kepada kita semua, bahwa pada ayat tersebut ada dua perintah yang wajib renungkan, camkan, laksanakan bahkan ada pula yang harus ditinggalkan,” tegas Ustadz Sulaeman.
Dua perintah tersebut tidak lain berkenaan dengan syukur dan kufur. Makna sederhananya, jika senantiasa bersyukur, maka apapun akan masyhur. Sebaliknya, manakala kita kufur dalam bentuk apapun, maka jangan aneh dan jangan menyalahkan siapa-siapa jika nasib kita tersungkur.
“Syukur cakupannya sangat luas. Baik itu usia, sehat, ilmu agama dan ilmu pengetahuan, rizqi, wibawa atau kharisma, kedudukan, sifat dermawan, keturunan yang shaleh dan shalehah, sifat pribadi untuk semua kalangan yang penuh dengan kelembutan dan kasih sayang, nama baik dan nama besar serta adanya kita dimanapun kita berada akan selalu dinantikan dan akan selalu digandrungi. Dan, begitu pula, tiadanya kita dirindukan bahkan sampai derajat Husnul Khatimah pun kita genggam,” paparnya.
Lanjut Ustadz Sulaeman, nisbat atau hubungan yang sangat terkait didalamnya adalah sebagaimana yang disampaikan oleh Imam Muhammad Al-Bushiri di dalam kitabnya yang bernama “Al-Burdah (Qashidah al-Burdah)” dan terdapat pada bait ke- 44.
“Pada bait tersebut disampaikan dengan gamblang oleh Imam Muhammad Al-Bushiri, Jika kita ingin mendapatkan kelipatan pahala dan bahagia yang tak terhingga, baik di dunia maupun di akhirat,” imbuhnya.
Maka, “letakanlah (sandarkanlah) seluruh macam bentuh harapan kemuliaan hanya kepada Allah SWT, melalui keta’atan dan ketakwaan serta Letakanlah (sandarkanlah) seluruh macam bentuk harapan keagungan hanya kepada Baginda Nabi Muhammad SAW, melalui kecintaan dan sanjungan serta pelaksanaan kepatuhan sesuai dengan apa yang Baginda Nabi SAW tuntunkan,” ingatnya.
Kesimpulan dari ceramah yang digelar di Blok G4 RT. 03, Perum Bumi Cikembang Asri (BCA) Desa Sukamulya, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi itu, jemputlah syafaat atau pertolongan baginda Nabi Muhammad SAW.
Pertama, “Jangan pernah berhenti untuk selalu berikhtiar (lahiriah) serta memohon seluruh hajat kebutuhan kita hanya kepada Allah SWT dalam bentuk apapun dan didalam situasi dan kondisi apapun (bathiniah), sesuai dengan QS. Al-Faatihah/1: 6 dan QS. Al-Baqarah/2: 186,”.
Kedua, “Sanjungkanlah pujian hanya kepada Allah AWT dan jangan pernah melupakan “berterimakasih” kepada makhluk Allah SWT sesuai dengan QS. Al-Faatihah/1: 2, terutama kepada orang tua, keluarga (anak isteri, menantu dan cucu) dan guru-guru kita juga orang-orang yang kita cinta. Karena, sesungguhnya saat ini kita berlimpah rizqi dan kebahagiaan atau bahkan kita menjadi orang besar adalah barokah do’a, perjuangan dan pengorbanan juga kebaikan orang-orang yang ada di tengah-tengah kita,”.
Ketiga, “Dawamkan (Rutinkan) untuk selalu membaca Al-Qur’an, walaupun dalam sehari semalam hanya 1-10 ayat saja. Dan terakhir dawamkan (Rutinkan) untuk selalu membaca Shalawat, walaupun dalam sehari semalam hanya 1-3 kali saja,” tutup Ustadz Sulaeman.
Redaktur: Ujang Herlan












