Dinkes Kabupaten Sukabumi: Penyebab Kasus KLB Keracunan Massal Didominasi Human Error

Rabu, 29 September 2021 - 20:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi melalui Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit memastikan mayoritas kasus keracunan massal yang statusnya masuk pada Kejadian Luar Biasa (KLB) yang terjadi di beberapa wilayah kecamatan di Kabupaten Sukabumi disebabkan oleh human error.

Seperti yang diungkapkan Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukabumi, Andi Rahman. Human error menjadi penyebab KLB keracuna massal yang terjadi di Kecamatan Bantargadung, Surade, Purabaya, Simpenan dan lainnya.

“Karena sistem pengolahan makanannya yang ada keliru baik pada gelaran hajat, pesta pernikahan, dan kegiatan syukuran,” ungkap Andi kepada Jurnalsukabumi.com Rabu (29/09/2021).

Kemungkinan itu terlihat dari hasil pemeriksaan tim medis terhadap sejumlah sampel keracunan juga wawancara dengan korban dan saksi-saksi.

“Sejak pola makan masuk sampai mereka terjadi keracunan itu tidak lebih dari empat jam. Bakteri itu mempunyai karakter, nah yang masuk pada pola-pola keracunan itu adalah ecoli dan keracunan itu bisa dari berbagai jenis diantaranya bisa dari kimia dan ada juga dari bakteri atau ecoli,” tuturnya.

Meskipun demikian sambung Andi, untuk mengantisipasi terjadinya kasus keracunan makanan hingga masuk pada kasus KLB, maka Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi akan melakukan gerakan pemberdayaan masyarakat yang didalamnya terdapat para kader sadar gizi.

“Nanti dalam program itu juga ada program pengolahan makanan yang baik. Itu mungkin yang akan kita terapkan di tingkat lapangan karena ini sering terjadi bahwa keracunan makanan itu dari pola hajatan karena kecerebohan human error kebanyakan,” katanya.

Masih kata dia, untuk memasikan keracunan makananan itu akibat ecoli atau bukan, rencananya pada pekan ini, hasil uji labnya akan keluar. Ketika nanti hasilnya ecoli atau kimia, Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi tetap akan melakukan langkah pencegahan.

“Kalau ecoli atau bakteri kita akan memaksimalkan dengan sistem pencegahan serta temukan dan obati. Sedangkan untuk kimia yang ada unsur lain seperti dari pestisida oleh karena itu harus ada pihak lain yang memberikan edukasi seperti Dinas Pertanian, DPKUKM dan Dinas yang lainnya berkaitan dengan perdagangan dan juga jika pada hasil Lab nya keluar di temukan pada hasilnya itu dari kimia,” tandasnya.

Reporter: Azis Ramdhani | Redaktur: Mohammad Noor

Berita Terkait

Disnakertrans Dorong Perlindungan Pekerja SPPG, Ratusan Relawan Diupayakan Masuk BPJS
ABPEDNAS Cetak Sejarah, Raih 100 Ribu Anggota Bertepatan Hari Lahir Pancasila 2026
Pancasila di Tengah Tantangan Zaman, Pesan Bupati Sukabumi untuk Generasi Muda
DP3A Sukabumi Dorong Generasi Bebas Diskriminasi Melalui Program Cager
PLN UP3 Sukabumi Salurkan 6 Sapi dan 1 Kambing Kurban, Ribuan Warga Rasakan Manfaat Idul Adha
Membusuk di Pembaringan Selama 31 Tahun, Keluarga Terharu saat Bupati Sukabumi Datang ke Rumah Ahmad Yani
SMSI Dukung ADI Perjuangkan Kelayakan Gaji Dosen
SPPG Bantargadung Bojonggaling 2 Tebar Kepedulian Lewat Jumat Berkah dan Pemotongan Hewan Kurban

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:34 WIB

Disnakertrans Dorong Perlindungan Pekerja SPPG, Ratusan Relawan Diupayakan Masuk BPJS

Selasa, 2 Juni 2026 - 21:26 WIB

ABPEDNAS Cetak Sejarah, Raih 100 Ribu Anggota Bertepatan Hari Lahir Pancasila 2026

Senin, 1 Juni 2026 - 12:57 WIB

Pancasila di Tengah Tantangan Zaman, Pesan Bupati Sukabumi untuk Generasi Muda

Senin, 1 Juni 2026 - 12:14 WIB

DP3A Sukabumi Dorong Generasi Bebas Diskriminasi Melalui Program Cager

Minggu, 31 Mei 2026 - 21:53 WIB

PLN UP3 Sukabumi Salurkan 6 Sapi dan 1 Kambing Kurban, Ribuan Warga Rasakan Manfaat Idul Adha

Berita Terbaru