Jabar Quick Respons Turun Tangan Bantu Bayi yang Lahir Tanpa Tempurung di Jampangtengah

Senin, 30 Agustus 2021 - 17:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM –  Tim Jabar Quick Respons turun tangan memberikan bantuan untuk keluarga bayi yang lahir tanpa tempurung di Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi.

Kordinator Jabar Quick Respons Sukabumi, Risris Rizal Ali Perkasa, mengatakan setelah mendapatkan laporan pihaknya langsung mendatangi bayi malang tersebut yang berada di Kampung Gununggedogan RT 20/04, Desa Panumbangan, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi.

“Sesuai arahan dari pusat khususnya pak Gubernur ketika masyarakat Jawa Barat yang membutuhkan bantuan dengan sifatnya kedaruratan, harus cepat tanggap. Jadi saya sebagai koordinator jabar quick respons Kota dan Kabupaten Sukabumi harus melakukan amanat seperti itu,” kata dia kepada wartawan.

Lanjut Risris, JQS memberikan bantuan uang tunai untuk membatu pengobatan bayi dari Mitasari dan Mudrikah.

Selain itu pihaknya pun terus melakukan monitor dan assesment bilamana bayi tersebut membutuhkan penanganan medis.

“Kita memberikan bantuan uang tunai jumlahnya Rp 3 juta selain itu kita lakukan asesment bilamana, anak itu membutuhkan penanganan dan penindakan secara medis. Semua administrasinya kita dokumentasikan kita kondisikan dan kita koordinasi dengan instansi terkait,” imbuhnya.

Dengan bantuan tersebut dia berharap, Jabar Quick Respon selalu menjadi organisasi kerelawanan yang selalu benar-benar quick atau cepat di tengah-tengah masyarakat yang membutuhkan.

“Jadi ada kesan masyarakat yang membutuhkan tidak merasa sendiri dari pemerintah atau relawan siapapun masyarakat ada bersama mereka,” tandanya.

Sebelumnya, seorang bayi lahir mengalami anensefali yaitu terlahir tanpa beberapa bagian otak dan tulang tengkorak tempurung kepala. Bayi yang bernama Neng Syifa itu lahir secara caesar di Rumah Sakit Kartika Kota Sukabumi.

Kedua orang tua bayi tersebut Mudrikah (25) seorang buruh kuli pabrik kapur dan Mitasari (27) seorang ibu rumah tangga, merupakan warga Kampung Gununggedogan RT 20/04, Desa Panumbangan, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi.

Mitasari (27) Ibu bayi itu mengatakan bahwa pada waktu awal kehamilan semuanya normal tidak ada tanda-tanda kelainan. Pada usia kandungan 7 bulan dirinya sempat melakukan USG dan dokter menyatakan ada kelainan dalam janin bayi tersebut.

Reporter: Rizky Miftah | Redaktur: Mohammad Noor

Berita Terkait

Dari Sukabumi untuk Indonesia, MAGNET Kembali Menggema dengan EP “Matahari Hati”
Hergun Sampaikan Pesan Sederhana Kunci Rumah Tangga Harmonis di Pernikahan Anton Susanto
Pemkab Sukabumi Tegaskan Respons Cepat Aduan Warga, Keterbukaan Informasi Jadi Prioritas
Hergun Jadi Saksi Nikah Relawan Manuk Dadali, Anton dan Laelatu Resmi Menikah di Parungkuda
Fokus Rancang Regulasi, Hergun Minta Kemendagri Bersama Kemensetneg dan BSKDN Rampungkan RPP Desartada dan Penataan Daerah
Disnakertrans Dorong Perlindungan Pekerja SPPG, Ratusan Relawan Diupayakan Masuk BPJS
ABPEDNAS Cetak Sejarah, Raih 100 Ribu Anggota Bertepatan Hari Lahir Pancasila 2026
Pancasila di Tengah Tantangan Zaman, Pesan Bupati Sukabumi untuk Generasi Muda

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 10:53 WIB

Dari Sukabumi untuk Indonesia, MAGNET Kembali Menggema dengan EP “Matahari Hati”

Jumat, 5 Juni 2026 - 12:31 WIB

Hergun Sampaikan Pesan Sederhana Kunci Rumah Tangga Harmonis di Pernikahan Anton Susanto

Jumat, 5 Juni 2026 - 12:26 WIB

Pemkab Sukabumi Tegaskan Respons Cepat Aduan Warga, Keterbukaan Informasi Jadi Prioritas

Jumat, 5 Juni 2026 - 10:58 WIB

Hergun Jadi Saksi Nikah Relawan Manuk Dadali, Anton dan Laelatu Resmi Menikah di Parungkuda

Kamis, 4 Juni 2026 - 19:40 WIB

Fokus Rancang Regulasi, Hergun Minta Kemendagri Bersama Kemensetneg dan BSKDN Rampungkan RPP Desartada dan Penataan Daerah

Berita Terbaru