Curhatan Pak Jimat saat PPKM, Pedagang Sepatu Tanpa Tangan Keliling Selama 20 Tahun di Sukabumi

Rabu, 25 Agustus 2021 - 09:41 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Jimat namanya. Sudah hampir 20 tahun, pria berusia 55 tahun itu berkeliling untuk berjualan sepatu di wilayah Kabupaten Sukabumi.

Meski dengan organ tubuh tak sempura, tidak memiliki kedua tangan, dia dengan penuh semangat tetap berjualan. Tujuannya yakni untuk menafkahi keluarganya: satu istri dan dua anaknya.

Kondisi itu seperti terlihat saat menawarkan sepatu dagangannya ke Mapolsek Nagrak, Rabu (25/8/2021). Dengan telatennya dia membawa tas berukuran cukup besar meski tanpa tangan. Kebetulan di sana, hampir semua personel tampak hadir, termasuk Kapolsek Nagrak AKP Deden Sulaeman.

“Kedua tangan saya tidak ada sejak dari kecil. Selama 20 tahun lebih saya berjualan sepatu dari kampung ke kampung di wilayah Kabupaten Sukabumi,” cerita Jimat saat kepada jurnalsukabumi.com.

Pak Jimat pun mengaku selama masa PPKM Level 4 ini dagangannya sering tidak kejual satupun. Terpaksa balik tidak mendapatkan uang untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

Kapolsek Nagrak AKP Deden Sulaeman saat membeli sepatu dagangan Pak Jimat.

“Selama masa pandemi, apalagi PPKM penjualan sulit didapatkan. Kadang hanya terjual satu pasang seharga Rp150 ribu, lumayan keuntungannya ada buat makan saja,” ujarnya.

Saat menawarkan ke Kapolsek Nagrak AKP Deden Sulaeman, Jimat terlihat sumringah. Orang nomor satu di Polsek Nagrak itu membeli sepasang sepatunya seharga Rp200 ribu.

Tak hanya itu, Deden juga memberikan satu paket berisi sembako. “Semoga Pak Jimat dan keluarga selalu sehat serta berkah, dagangannya pun selalu habis. Sepatu tadi buat pegawai honorer,” ucap Deden.

Reporter: Ifan | Redaktur: Mohammad Noor

Berita Terkait

Dulu Susah Air, Kini 60 KK dan Siswa SDN Cikole Nikmati Manfaat Sumur Bor TMMD
Pesan Prabowo di Rakornas TPAKD 2026, Bupati Sukabumi Ikuti Penguatan Akses Keuangan
Dua Pekan MBG di Nagrak Mandek, Korwil BGN Belum Beri Penjelasan!
Hari Santri 2026, Bupati Sukabumi Dorong Santri Kuasai Teknologi Tanpa Kehilangan Tradisi Pesantren
Peringati Hari Santri Nasional 2026, Hergun Tegaskan Peran Strategis Santri Kawal Pembangunan Bangsa
DLH Sukabumi Tetap Angkut Sampah, 8 Truk Rusak Berat dari Total 54 Armada
Pemilik Kandang Ayam Ngarak Sepakat Ikuti Keputusan Bersama dan Aturan
Serangan Lalat dan Bau Tak Kunjung Hilang, Warga Nagrak Desak Tutup Permanen

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:25 WIB

Dulu Susah Air, Kini 60 KK dan Siswa SDN Cikole Nikmati Manfaat Sumur Bor TMMD

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:52 WIB

Pesan Prabowo di Rakornas TPAKD 2026, Bupati Sukabumi Ikuti Penguatan Akses Keuangan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:47 WIB

Dua Pekan MBG di Nagrak Mandek, Korwil BGN Belum Beri Penjelasan!

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:43 WIB

Peringati Hari Santri Nasional 2026, Hergun Tegaskan Peran Strategis Santri Kawal Pembangunan Bangsa

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:58 WIB

DLH Sukabumi Tetap Angkut Sampah, 8 Truk Rusak Berat dari Total 54 Armada

Berita Terbaru