JURNALSUKABUMI.COM – Kesabaran warga Darmareja, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi yang didominasi Warga Perum Fitra Residen, mulai menipis. Setelah sebelumnya mengikuti proses mediasi namun belum melihat perubahan berarti, hasil dari proses tersebut hanya ditutup sementara.
Tidak puas dengan keputusan tersebut warga kini secara tegas mendesak agar kandang ayam yang selama ini menjadi sumber serangan lalat dan bau tak sedap tersebut ditutup secara permanen. Minta KDM ( Kang Dedi Mulyadi ) Gubernur Jawa Barat turun tangan dengan permasalahan yang mereka alami.
Keluhan ini bukan baru. Selama ini warga telah menahan gangguan yang dirasakan setiap hari, mulai dari lalat yang masuk hingga ke dalam rumah, bau menyengat yang mengganggu aktivitas keluarga, hingga kekhawatiran terhadap risiko kesehatan.
Sebelum kandang ayam yang diduga menimbulkan serangan lalat dan bau tidak sedap sempat di sidak oleh tim terpadu meliputi Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Peternakan serta Perijinan didampingi POL PP dan Juga Pemerintah Setempat pada senin (19/10/2026) dengan hasil ditutup sementara.
Hari ini Rabu (21/10) di Aula Kecamatan Nagrak dilakukan kembali Mediasi Antara Warga Darmareja dengan Pengelola kandang yang difasilitasi oleh pemerintah Kecamatan, dari mediasi hasilnya sama kandang yang dimaksud tutup sementara.
”Kami sudah mencoba jalur komunikasi dan mediasi. Namun hingga saat ini belum ada perubahan yang berarti. meski kandang dalam kondisi kosong baru panen Lalat masih banyak, baunya masih menyengat. Warga sudah tidak sabar. Keputusan bersama hari ini, kami meminta kandang ini segera ditutup secara permanen bukan ditutup sementara demi kesehatan dan kenyamanan warga.” Iwan Sulistiana (51) Warga Perum Fitra Pratama Residen saat ditemui Jurnalsulabumi.com dilokasi Mediasi
Iwan Sulistiana mengaku keluhan ini sudah sampai ke Gedung Sate dengan harapan sampang ketelinga KDM Gubernur Jawab barat.
“kami bukan omong kosong saja, hal ini udah sampai ke Gedung Sate, nanti supaya KDM turun tangan”Tambah Iwan Sambil memperlihatkan ponselnya berisi bukti serah terima ke Gedung Sate
”Rumah kami adalah tempat beristirahat, bukan harus berhadapan dengan gangguan dari kandang ayam setiap hari. Anak-anak kami tidak bisa bermain di luar dengan tenang. Kami tidak meminta yang berlebihan kami hanya ingin tempat tinggal yang sehat. Jika tidak bisa beroperasi tanpa mengganggu, maka sebaiknya ditutup saja.”Tegas Roni Ketua Lingkungan Perum Fitra Residen.
Warga Darmareja berharap pihak berwenang dapat segera menindaklanjuti desakan ini dan mengambil keputusan yang berpihak pada kepentingan kesehatan masyarakat.
Reporter: Idris Andriansah | Redaktur: Ujang Herlan













Komentar