JURNALSUKABUMI.COM – Perjalanan sekitar dua kilometer menuju sungai demi mendapatkan air bersih menjadi bagian dari keseharian warga Kampung Cikiara Kebun, Desa Mekarjaya, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi. Terlebih saat musim kemarau tiba, ketika sumber air semakin terbatas dan kebutuhan rumah tangga tetap harus terpenuhi.
Kini, perjuangan itu perlahan berubah. Kehadiran sumur bor melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 0622/Kabupaten Sukabumi membawa harapan baru bagi sekitar 60 kepala keluarga (KK). Manfaatnya pun dirasakan lingkungan pendidikan, termasuk SDN Cikole.
Sumur bor yang berada di Kampung Cikiara Kebun, RT 01/RW 11, Desa Mekarjaya, tersebut menjadi jawaban atas kebutuhan dasar masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan akses air bersih. Fasilitas itu diharapkan dapat memudahkan warga memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari memasak, mencuci, hingga mandi dan keperluan sanitasi.
Bagi masyarakat setempat, pembangunan tersebut bukan sekadar penambahan fasilitas. Ada waktu dan tenaga yang kini bisa dihemat, serta harapan agar aktivitas sehari-hari tidak lagi terlalu bergantung pada kondisi sumber air di sungai.
Tokoh masyarakat Kampung Cikiara Kebun, Bambang Sujana, mengaku bersyukur atas hadirnya sumur bor melalui program TMMD ke-130. Menurutnya, sebelum fasilitas tersebut dibangun, warga harus menempuh perjalanan cukup jauh untuk mendapatkan air.
“Dengan adanya sumur bor ini, warga kami tidak lagi kesulitan mendapatkan air. Kebutuhan mencuci, memasak, hingga penggunaan MCK di setiap rumah kini lebih terbantu karena ketersediaan air yang melimpah,” ungkap Bambang.
Ia menjelaskan, perjalanan menuju sungai yang berjarak sekitar dua kilometer menjadi tantangan tersendiri bagi warga, terutama ketika kemarau berkepanjangan membuat ketersediaan air semakin terbatas.
Kini, hadirnya sumber air yang lebih dekat memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam menjalankan rutinitas. Kebutuhan yang sebelumnya membutuhkan waktu dan tenaga ekstra diharapkan dapat dipenuhi dengan lebih praktis.
Air Bersih untuk Kenyamanan Belajar di Sekolah
Manfaat sumur bor TMMD tidak hanya dirasakan masyarakat di lingkungan permukiman. Fasilitas tersebut juga membawa harapan bagi dunia pendidikan, terutama dalam mendukung kebersihan dan kenyamanan aktivitas belajar mengajar di SDN Cikole.
Salah seorang guru SDN Cikole, Nuneng, menuturkan bahwa keterbatasan air bersih selama ini menjadi kendala bagi pihak sekolah. Saat musim kemarau panjang, ketersediaan air untuk membersihkan ruang kelas dan memenuhi kebutuhan toilet kerap menjadi persoalan.
Padahal, air bersih merupakan kebutuhan penting untuk menjaga kebersihan lingkungan sekolah sekaligus mendukung kebiasaan hidup bersih dan sehat bagi para siswa.
“Sumur bor hasil program TMMD ini merupakan jawaban atas harapan kami selama ini. Ketika kemarau panjang, kami kesulitan mendapatkan air bersih untuk toilet maupun membersihkan ruang kelas. Sekarang, anak-anak dan para guru lebih mudah melakukan kegiatan kebersihan di sekolah,” ujar Nuneng.
Bagi para guru, tersedianya air bersih bukan hanya mempermudah pekerjaan sehari-hari, tetapi juga membantu menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman. Para siswa pun diharapkan dapat menjalani kegiatan di sekolah dengan dukungan fasilitas sanitasi yang lebih memadai.
Nuneng menyampaikan apresiasi kepada Satgas TMMD ke-130 Kodim 0622/Kabupaten Sukabumi atas pembangunan fasilitas yang dinilainya menjawab kebutuhan masyarakat dan lingkungan pendidikan.
Pembangunan yang Menjawab Kebutuhan Warga
Kepala Desa Mekarjaya, Wida Yunita, turut mengapresiasi pelaksanaan TMMD ke-130. Menurutnya, pembangunan yang dilaksanakan melalui program tersebut menyentuh kebutuhan nyata masyarakat, mulai dari akses jalan hingga ketersediaan air bersih dan fasilitas sanitasi.
Selain sumur bor, sasaran pembangunan TMMD di wilayah tersebut mencakup infrastruktur jalan, fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK), serta rehabilitasi rumah tidak layak huni (Rutilahu).
“Program TMMD ini luar biasa. Infrastruktur jalan, sumur bor, MCK, dan Rutilahu merupakan kebutuhan yang sangat diperlukan warga kami. Kami sangat bersyukur karena program ini hadir dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya di Kampung Cikiara Kebun,” tutur Wida.
Ia berharap pembangunan yang telah dilakukan dapat dipelihara bersama sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan saat program berlangsung, tetapi juga berkelanjutan bagi masyarakat.
Apresiasi serupa disampaikan Ketua RT Kampung Cikiara Kebun, Noerhasanah. Ia mengaku bahagia karena kebutuhan air bersih warga kini mendapat perhatian melalui pembangunan sumur bor tersebut.
“Saya sangat bahagia. Berkat program TMMD ini, warga kami benar-benar merasakan manfaatnya. Ketersediaan air bersih sangat membantu kebutuhan sehari-hari masyarakat,” ungkap Noerhasanah.
Lebih dari Sekadar Sumur Bor
Kehadiran sumur bor di Kampung Cikiara Kebun menggambarkan bagaimana pembangunan sederhana dapat membawa perubahan berarti ketika menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat secara langsung.
Air bersih bukan hanya kebutuhan rumah tangga. Ketersediaannya berkaitan erat dengan kesehatan, kebersihan lingkungan, sanitasi, serta kenyamanan anak-anak dalam mengikuti kegiatan belajar di sekolah.
Bagi sekitar 60 KK di Kampung Cikiara Kebun dan warga sekolah SDN Cikole, fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya memperbaiki kualitas kehidupan sehari-hari. Meski demikian, keberlanjutan manfaatnya tetap membutuhkan pemeliharaan fasilitas dan pengelolaan sumber air secara bersama-sama.
Melalui program TMMD ke-130, Kodim 0622/Kabupaten Sukabumi turut mendorong pembangunan di wilayah pedesaan melalui kolaborasi TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Lebih dari pembangunan fisik, program tersebut memperlihatkan pentingnya gotong royong dalam menjawab kebutuhan dasar warga.
Dari perjalanan dua kilometer menuju sungai hingga hadirnya sumber air yang lebih dekat, perubahan kini mulai dirasakan masyarakat Kampung Cikiara Kebun. Sumur bor itu bukan sekadar bangunan, melainkan harapan agar warga dapat menjalani aktivitas dengan lebih mudah dan anak-anak bisa belajar di lingkungan sekolah yang lebih bersih dan nyaman.
Redaktur: Ujang Herlan













Komentar