JURNALSUKABUMI.COM – Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 yang mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas” menjadi momentum krusial untuk memperkuat peran santri dan pesantren dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) serta mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
Ketua DPP Partai Gerindra sekaligus anggota DPR RI, Heri Gunawan, menilai bahwa nilai-nilai Resolusi Jihad 22 Oktober 1945 harus terus dijiwai dalam menghadapi dinamika era modern.
“Peringatan Hari Santri Nasional bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan pengingat atas rekam jejak perjuangan santri bagi tegaknya bangsa. Sejalan dengan tema tahun ini, ‘Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas’, bentuk perjuangan tersebut bertransformasi menjadi penguasaan ilmu pengetahuan, literasi teknologi, dan kemandirian ekonomi,” ujar sosok yang akrab disapa Hergun tersebut, Kamis (22/10/2026).
Legislator Senayan tiga periode asal Daerah Pemilihan Jawa Barat IV (Kota dan Kabupaten Sukabumi) ini menekankan bahwa keberadaan pondok pesantren semakin kukuh berkat implementasi Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren. Payung hukum tersebut mendorong lembaga pendidikan Islam tidak hanya fokus pada fungsi dakwah, tetapi juga pemberdayaan ekonomi warga.
Dalam kapasitasnya di organisasi media, Penasihat Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sukabumi Raya ini turut menyoroti pentingnya sinergi antara insan pers dan komunitas pesantren untuk menangkal maraknya informasi palsu (hoaks) serta menyebarkan konten edukatif di ruang digital.
“Kapasitas generasi muda pesantren harus terus ditingkatkan, termasuk melalui program santripreneur. Santri masa kini harus mampu menjadi aktor utama pembangunan nasional yang adaptif terhadap teknologi tanpa mengikis nilai-nilai moral dan spiritual,” tuturnya.
Hergun menambahkan bahwa DPR RI berkomitmen mengawal regulasi serta kebijakan anggaran yang berpihak pada peningkatan mutu pendidikan dan kemandirian pesantren.
Menutup keterangannya, Hergun mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk mempererat kolaborasi bersama ulama dan santri guna merawat persatuan nasional menuju Indonesia Emas.
Redaktur: Ujang Herlan













Komentar