Dua Pekan MBG di Nagrak Mandek, Korwil BGN Belum Beri Penjelasan!

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:47 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Sekitar 1.300 penerima manfaat dari tujuh sekolah di Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, dilaporkan belum menerima penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama lebih dari dua pekan terakhir.

Mandeknya distribusi tersebut diduga berkaitan dengan persoalan administrasi data penerima manfaat, khususnya mengenai Surat Penetapan Sementara (SPS) II dari Badan Gizi Nasional (BGN).

Sekolah yang belum tercantum dalam data Sasaran Pemenuhan Gizi Nasional (SPGN) yang menjadi acuan BGN disebut belum dapat menerima penyaluran MBG.

Asisten Lapangan (Aslap) SPPG Balekambang II, Ihwan Syaripudin, membenarkan adanya kendala tersebut saat dikonfirmasi pada 20 Oktober 2026.

“Berdasarkan SPS II, sekolah yang tidak tercantum dalam SPGN dari BGN maka sekolah tersebut tidak bisa didistribusikan,” kata Ihwan.

Pihak SPPG Balekambang II menyatakan sedang berupaya mencari solusi agar penyaluran program tersebut dapat kembali berjalan.

“Namun, kepastian mengenai waktu normalisasi distribusi masih perlu dikonfirmasi kepada pihak terkait,” terangnya.

Jurnalsukabumi.com juga telah berupaya meminta konfirmasi dan penjelasan resmi kepada Koordinator Wilayah (Korwil) BGN Kabupaten Sukabumi melalui pesan WhatsApp pada Jumat (23/10/2026). Namun, hingga berita ini ditulis, Korwil BGN belum memberikan tanggapan atau penjelasan lebih lanjut.

Guru Sebut Siswa Terus Menanyakan MBG

Terhentinya penyaluran MBG turut dirasakan para siswa. Leli Suharti, salah seorang guru sekolah dasar (SD) di Kecamatan Nagrak, mengungkapkan bahwa murid-muridnya kerap menanyakan program makanan yang biasanya mereka terima setiap hari.

“Anak-anak selalu nanyain MBG. Biasanya setiap hari mereka dapat, tapi sudah dua minggu lebih ini tidak mendapatkannya,” ungkap Leli.

Ia berharap penyaluran MBG dapat segera kembali normal karena program tersebut dinilai membantu memenuhi kebutuhan asupan gizi para siswa.

Leli juga meminta pihak-pihak terkait memberikan penjelasan secara terbuka mengenai kendala yang terjadi, sekaligus memastikan kapan distribusi MBG dapat kembali dilaksanakan.

Di sisi lain, kepastian mengenai penyelesaian persoalan administrasi dan jadwal penyaluran kembali masih dinantikan oleh sekolah maupun para wali murid.

Hingga kini, penjelasan resmi dari Korwil BGN Kabupaten Sukabumi mengenai penyebab pasti terhentinya distribusi dan langkah penyelesaiannya masih diperlukan agar persoalan tersebut tidak berlarut-larut.

Reporter: Idris Andriansah| Redaktur: Ujang Herlan 

Berita Terkait

Peringati Hari Santri Nasional 2026, Hergun Tegaskan Peran Strategis Santri Kawal Pembangunan Bangsa
DLH Sukabumi Tetap Angkut Sampah, 8 Truk Rusak Berat dari Total 54 Armada
Pemilik Kandang Ayam Ngarak Sepakat Ikuti Keputusan Bersama dan Aturan
DLH Butuh 250 Truk Sampah, Masyarakat Diminta Tak Bergantung pada Pengangkutan
Dua Tahun Kepemimpinan Presiden Prabowo, Hergun: Bukti Kerja Nyata untuk Kesejahteraan Rakyat dan Kemandirian Bangsa
Dua Pekan MBG Terhenti di Nagrak, 1.300 Siswa dari Tujuh Sekolah Terdampak
Tim Terpadu Tegaskan Kandang Ayam di Nagrak Tutup Sementara
Tak Hanya Bangun Rumah, Satgas TMMD ke-130 Kodim 0622 Hadirkan Layanan Kesehatan untuk Warga

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:47 WIB

Dua Pekan MBG di Nagrak Mandek, Korwil BGN Belum Beri Penjelasan!

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:43 WIB

Peringati Hari Santri Nasional 2026, Hergun Tegaskan Peran Strategis Santri Kawal Pembangunan Bangsa

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:58 WIB

DLH Sukabumi Tetap Angkut Sampah, 8 Truk Rusak Berat dari Total 54 Armada

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:11 WIB

Pemilik Kandang Ayam Ngarak Sepakat Ikuti Keputusan Bersama dan Aturan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 09:00 WIB

DLH Butuh 250 Truk Sampah, Masyarakat Diminta Tak Bergantung pada Pengangkutan

Berita Terbaru