Pernah Bertugas di Papua dan Prancis, Kini dr. Rizky Marpaung Layani Kesehatan Warga Sukabumi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:12 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Pengabdian seorang dokter militer tidak hanya berfokus pada kesehatan prajurit, tetapi juga menjangkau masyarakat di wilayah terpencil hingga korban bencana alam. Hal itu tercermin dalam perjalanan Kapten Ckm dr. Rizky Ananda Prawira Marpaung, perwira Korps Kesehatan Militer TNI yang telah menjalankan berbagai misi pelayanan kesehatan, baik di dalam maupun luar negeri.

Lulusan Pendidikan Pertama Perwira Prajurit Karier Khusus Tenaga Kesehatan (Papk Susgakes) tahun 2020 tersebut memiliki pengalaman bertugas di wilayah perbatasan Indonesia–Papua Nugini, menjalankan penugasan internasional di Paris, Prancis, serta terlibat dalam penanganan bencana di Cianjur dan Aceh.

Lahir di Kota Pinang pada 9 November 1994, dr. Rizky Marpaung menempuh pendidikan kedokteran di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Perjalanan kariernya kemudian membawanya menghadapi beragam tantangan, mulai dari keterbatasan akses fasilitas kesehatan hingga pelayanan medis dalam situasi darurat.

Menjangkau Warga di Perbatasan Papua

Salah satu pengalaman penting dalam perjalanan pengabdiannya adalah ketika bertugas sebagai dokter Satgas Yonif 310/Kidang Kancana di wilayah perbatasan Indonesia–Papua Nugini, khususnya Kabupaten Keerom dan Pegunungan Bintang, Papua.

Di wilayah tersebut, dr. Rizky Marpaung bersama tim kesehatan satgas memberikan pelayanan medis kepada masyarakat, termasuk melalui metode door to door atau kunjungan langsung dari rumah ke rumah. Langkah ini dilakukan untuk menjangkau warga yang kesulitan mengakses fasilitas kesehatan akibat jarak dan kondisi geografis.

Pada Agustus 2023, pelayanan kesehatan dilaksanakan di Kampung Yabanda, Distrik Yaffi, Kabupaten Keerom. Dalam kegiatan tersebut, dr. Rizky Marpaung turut menangani dan mengevakuasi seorang pasien tuberkulosis (TBC) paru yang mengalami sesak napas berat dengan saturasi oksigen sekitar 78 persen.

Pasien kemudian dievakuasi ke RSUD Kwaingga Arso untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Tak hanya menangani pasien dengan kondisi darurat, ia juga terlibat dalam upaya pencegahan penyakit melalui kegiatan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) di SD Inpres Yabanda pada September 2023.

Kegiatan tersebut menjangkau 40 siswa melalui pemeriksaan kesehatan, pengukuran pertumbuhan, edukasi kesehatan, dan pelayanan imunisasi sesuai program yang dilaksanakan.

Edukasi mengenai pola hidup bersih dan sehat, kebersihan gigi dan mulut, serta penyuluhan kesehatan juga diberikan kepada para siswa SMP Negeri 1 Senggi.

Di lingkungan prajurit, tim kesehatan satgas turut menjalankan deteksi dini malaria dan prosedur evakuasi medis. Berdasarkan keterangan yang disampaikan, upaya tersebut mendukung keselamatan 450 personel selama penugasan, dengan seluruh personel berangkat dan kembali dalam keadaan lengkap.

Dari Paris hingga Misi Kemanusiaan di Aceh

Pengabdian dr. Rizky Marpaung berlanjut melalui penugasan internasional sebagai dokter Satgas Patriot II di Paris, Prancis, pada 2025. Dalam penugasan tersebut, ia menjadi bagian dari unsur kesehatan yang bertanggung jawab mendukung kesiapan dan kondisi kesehatan personel selama menjalankan tugas di luar negeri.

Pengalaman di bidang kemanusiaan juga diperolehnya saat terlibat dalam penanggulangan bencana di Cianjur.

Pada 2025, ia kembali dipercaya mengemban tugas sebagai Komandan Tim Bantuan Kesehatan Puskesad Wilayah Aceh dalam penanganan bencana alam.

Di tengah kondisi wilayah terdampak banjir dan keterbatasan akses menuju sejumlah lokasi, tim yang dipimpinnya berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya untuk mendukung pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Upaya tersebut mencakup pelayanan bagi warga di desa-desa yang sulit dijangkau, sehingga kebutuhan kesehatan masyarakat terdampak bencana tetap menjadi perhatian.

Berbagai penugasan itu memperkaya pengalamannya dalam menangani kegawatdaruratan, memberikan pelayanan medis di lapangan, membangun koordinasi lintas sektor, serta menjalankan misi kemanusiaan dalam situasi yang penuh tantangan.

Melanjutkan Pengabdian di Sukabumi

Kini, Kapten Ckm dr. Rizky Ananda Prawira Marpaung mengemban amanah sebagai Kepala Rumah Sakit Bantuan (Karumkitban) Pangrango Sukabumi, yang dikenal sebagai Klinik DKT Pangrango.

Dalam jabatan tersebut, ia bertanggung jawab mendukung penyelenggaraan pelayanan kesehatan bagi prajurit dan masyarakat, sekaligus mendorong pelaksanaan kegiatan promotif, preventif, dan kuratif sesuai kapasitas fasilitas kesehatan.

Komitmen terhadap pelayanan masyarakat diwujudkan melalui kegiatan bakti sosial kesehatan dalam rangka memperingati HUT ke-81 TNI.

Berdasarkan data kegiatan yang disampaikan, Rumkitban Pangrango Sukabumi menyelenggarakan pelayanan kesehatan gratis selama 1–30 September. Layanan yang diberikan meliputi pengobatan umum, pemeriksaan kesehatan, dan pelayanan gigi, dengan total 534 penerima layanan.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi fasilitas kesehatan TNI dalam membantu masyarakat memperoleh akses pelayanan medis.

Dedikasi yang Melampaui Batas Penugasan

Perjalanan Kapten Ckm dr. Rizky Ananda Prawira Marpaung menggambarkan luasnya peran seorang dokter militer. Tugasnya tidak hanya menjaga kesehatan prajurit, tetapi juga mendukung operasi militer, memperluas jangkauan pelayanan kesehatan, dan membantu masyarakat yang menghadapi situasi darurat.

Dari wilayah perbatasan Papua hingga daerah terdampak bencana di Aceh, dari penugasan internasional di Prancis hingga pelayanan kesehatan di Sukabumi, setiap penugasan menjadi bagian dari perjalanan pengabdiannya di lingkungan Korps Kesehatan Militer TNI.

Kini, melalui tugasnya sebagai Karumkitban Pangrango Sukabumi, ia melanjutkan pengabdian dengan berfokus pada pelayanan kesehatan yang profesional, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan prajurit serta masyarakat.

Bagi seorang dokter militer, pengabdian bukan sekadar menjalankan tugas kedinasan, melainkan juga hadir memberikan pertolongan ketika masyarakat membutuhkan layanan kesehatan, termasuk di wilayah dengan keterbatasan akses dan dalam kondisi bencana.

 

Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Hari Santri 2026, Dewan Teddy Setiadi Ajak Santri Berilmu dan Berakhlak Mulia
13 Tahun Mondok, Ajeng Kholifah Jadi Semangat Santri Sukabumi ke Forum Internasional
Angkat Hanjeli Sukabumi, Asep Hidayat Mustopa Masuk 3 Besar Finalis DPD RI Awards 2026
Tampil Gemilang di Jaraido Championship 3, Pesilat Muda Sukabumi Zahra Dwi Khoirunnisa Raih Juara 1 Nasional
Yudi Prangga Pimpin DPK KNPI Cicurug, Potensi Pemuda Dibidik dari Pertanian hingga Industri
Iman Adinugraha Raih IJTI Award, Dorong Aspirasi Sukabumi dari Parlemen Nasional
Budi Setiawan Resmi Pimpin IJTI Sukabumi Raya Periode 2026–2029
Nanan Apon Bawa Gagasan Cidadap Sejahtera dan Mandiri, Fokus Petani hingga Pelayanan Publik

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:12 WIB

Pernah Bertugas di Papua dan Prancis, Kini dr. Rizky Marpaung Layani Kesehatan Warga Sukabumi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:51 WIB

Hari Santri 2026, Dewan Teddy Setiadi Ajak Santri Berilmu dan Berakhlak Mulia

Minggu, 18 Oktober 2026 - 09:18 WIB

13 Tahun Mondok, Ajeng Kholifah Jadi Semangat Santri Sukabumi ke Forum Internasional

Jumat, 9 Oktober 2026 - 11:15 WIB

Angkat Hanjeli Sukabumi, Asep Hidayat Mustopa Masuk 3 Besar Finalis DPD RI Awards 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:19 WIB

Tampil Gemilang di Jaraido Championship 3, Pesilat Muda Sukabumi Zahra Dwi Khoirunnisa Raih Juara 1 Nasional

Berita Terbaru