JURNALSUKABUMI.COM – Pemberian vaksinasi Covid-19 memang sedang gencar dilakukan di Kota Sukabumi. Serba-serbi masyarakat yang menerima suntik vaksin pun menjadi sorotan publik. Mulai dari antrean vaksinasi di berbagai lokasi hingga ada orang yang takut disuntik.
Sebuah video yang menyebar di aplikasi perpesanan WhatsAap ini misalnya. Diperlihatkan adegan seorang pria yang ketakutan saat divaksin Covid-19. Hal yang menjadi sorotan adalah tubuh pria tersebut yang yang penuh dengan tato.
Di awal video, pria yang seluruh lengannya dipenuhi gambar tato itu tampak duduk dengan tegang ketika akan melakukan vaksinasi covid. Ia tampak memandangi jarum suntik yang akan diberikan oleh Tenaga Medis (Nakes) yang sudah berada di sampingnya.
Karena terlihat panik, seorang Nakes dan Kalapas Kelas IIB Nyomplog Sukabumi, Cristho Victor Toar yang kebetuan sedang memantau proses vaksinasi menyuruh pria bertato ini untuk tidak melihat ke arah jarum suntik.
Hingga akhirnya, jarum suntik pun berhasil mendarat ke lengan seorang pria yang diketahui bernama Dani Ramdani (37) itu. Dia merupakan seorang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lapas Nyomplong Kota Sukabumi.
Saat dikonfirmasi, Kalapas Kelas IIB Sukabumi, Critho Victor Toar membenarkan kejadian itu, dia menyebut kejadian lucu itu terjadi pada saat proses vaksinasi tahap 2 di lingkungan Lapas.
“Ya, betul kejadiannya tadi pagi pada saat proses vaksinasi, dengan kesabaran petugas akhirnya pria itu berhasil kami suntik vaksin dosi kedua ini,” ujarnya.
Lanjut Cristho, kejadian itu bukan pertama kali terjadi, pada saat proses vaksin pertama pria itu sampai tidak mau keluar dalam kamar hunian lapas karena takut dengan jarum suntik.
“Ada sedikit upaya dari petugas agar dia bisa keluar dari kamar dan mengikuti proses vaksin ini. Karena dia takut kita paksa karena di iming-imingi agar dia sehat akhirnya dia pun mau menuruti perintah kami,” imbuhnya.
Dia pun menjelaskan, selain pria tersebut pada proses vaksinasi pertama kurang lebih ada 10 peserta vaksinasi lain yang juga takut akan jarum suntik tersebut.
“Sebetulnya ada 10 orang yang takut pada jarum suntik pada saat proses vaksinasi pertama. tapi hari ini hanya dia aja yang masih takut,” tandasnya.
Reporter: Rizky Miftah | Redaktur: Ujang Herlan












