Tuntut Kenaikan Tarif, Puluhan Sopir Angkot Cisaat-Kadudampit Gelar Aksi Mogok

Selasa, 27 Juli 2021 - 13:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Puluhan sopir angkutan kota (angkot) jurusan Cisaat-Kadudampit melakukan aksi mogok dan memarkir kendaraannya di halaman Alam Raya, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, selasa (27/7/2021). Para sopir menuntut kenaikan tarif.

Ketua Organisasi Kendaraan (Organda) Cabang Kadudampit, Aris, mengatakan para sopir menuntut kenaikan tarif dari Rp 4.000 menjadi Rp 5.000.

“Para sopir minta agar Pemerintah menurunkan harga BBM pertalite turun dan harga BBM jenis Premium ke harga awal Rp 6.500 serta tarif penumpang jarak jauh dekat dengan tarif yang sama,” katanya.

Sementara itu Kepala Seksi (Kasi) Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kabupaten Sukabumi, Asep Soemantri, menambahkan berkaitan kenaikan tarif yang dituntut oleh para supir angkot jurusan Cisaat – Kadudampit, sudah diantisipasi dengan Surat Keputusan (SK) Bupati Sukabumi. SK dibuat setelah ada pertemuan yang menyepakati tidak adanya kenaikan tarif.

“Jadi aspirasi yang disampaikan oleh para supir angkot tersebut menuntut untuk menaikan tarif angkot itu sudah sesuai dengan SK Bupati Sukabumi,” jelasnya.

Dengan begitu, sambung dia, setelah pihaknya melakukan dialog, para supir angkot menyepakati tarif angkit tidak akan naik sesuai dengan SK Bupati Sukabumi lantara yang tertulis dalam SK Bupati, Dishub tidak mengatur tarif jarak jauh dan dekat akan tetapi hanya tarif asal tujuan saja.

“Dishub berharap setelah aksi ini dengan melakukan musyawarah dan menyepakati agar para supir angkot menjalani aktivitasnya kembali wajib angkot tidak ada mogok lagi kasihan masyarakat yang akan melakukan aktifitas dengan menggunakan jasa angkutan umum,” tandasnya.

Turut hadir Aparat Polres Sukabumi Kota Kasat Intel AKP Sonson, Kapolsek Kadudampit Iptu Agus S dalam pengamanan aksi mogok para supir angkot dan memantau para aksi mematuhi protokol kesehatan.

Reporter: Azis Ramdhani | Redaktur: Mohammad Noor

Berita Terkait

Dulu Lahan ini Sawah Subur dengan Aliran Air Melimpah, Kini Tinggal Padang Rumput
17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 
Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah
Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen
Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Sukabumi, BPBD Pastikan Belum Ada Laporan Kerusakan
17 Tahun Irigasi Terbengkalai, Sawah Hilang, Warga Cikadu Gali Sumur di Bekas Saluran Air Demi Bertahan Hidup
Liburan Berubah Duka, Dua Pelajar Meninggal Terseret Ombak di Pantai Kapitol Sukabumi 
Resmi Dilantik, Kang Sule Kembali Pimpin SMSI Sukabumi Raya 2025–2028

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:53 WIB

Dulu Lahan ini Sawah Subur dengan Aliran Air Melimpah, Kini Tinggal Padang Rumput

Senin, 20 Juli 2026 - 21:23 WIB

17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 

Senin, 20 Juli 2026 - 18:39 WIB

Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah

Senin, 20 Juli 2026 - 15:54 WIB

Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:30 WIB

Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Sukabumi, BPBD Pastikan Belum Ada Laporan Kerusakan

Berita Terbaru