Diduga Buat Ujaran Kebencian di Medsos, Ratusan Warga Cidahu Geruduk Kantor Desa Cidahu

Rabu, 1 Januari 2020 - 14:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Jarimu adalah harimaumu, pribahasa yang pantas bagi salah sorang warga Cidahu Inisial RAN (40) diduga melakukan ujaran kebencian di media sosial, hingga ratusan warga menggeruduk Kantor Desa Cidahu, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, Rabu (01/01/20).

Informasi yang dihimpun jurnalsukabumi.com. ratusan warga yang mendatangi Kantor Desa Cidahu merasa geram atas ulah yang dilakukan RAN. Diduga pelaku yang merupakan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Cidahu tersebut sehingga warga mendatangi Kantor Desa Cidahu. Namun RAN tidak ada ditempat hingga warga pun merasa kesal.

“Kami mendapatkan informasi dari warga, ada salah seorang anggota BPD yang membuat status di media sosial. Sehingga warga merasa kesal,” ungkap Pimpinan Pondok Pesantren Alkodriyah Aang Romli.

Menurut Aang, tujuan warga dan bersamanya mendatangi Kantor Desa Cidahu dengan tujuan mempertanyakan dan mempertanggungjawabkan atas tulisannya.

“Kami sebenarny hanya ingin meluruskan aqidah pelaku. Agar jangan sampai tersesat dan alasan membuat status tersebut,” katanya.

Adapun isi kicauan di medsos itu sendiri.

” Mulai detik ini 1 Januari 2020, Jam 06.30 Wib pesan Saya, Reza Ahmad Nofal kepada semua para ulama, kiyai, ustad, santri-santri yang ad di desa cidahu. Jangan berbicara aqidah islam kalau belum bisa melaksanakan aqidah islam dengan baik dan benar, terlebih tudak faham tentang aqidah itu sendiri. Bahkan sampai menyuruh para santri santinya melakukan “razia” warung UKM dengan dalih maksiat, miras, narkoba dan ketertiban umum. Dan yang sangat ambigunya lagi itu hanya satu kali, dimalam tahun baru…
INGAT..”

Reporter : Ifan
Redaktur : FK Robbi

Berita Terkait

Dulu Lahan ini Sawah Subur dengan Aliran Air Melimpah, Kini Tinggal Padang Rumput
17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 
Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah
Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen
Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Sukabumi, BPBD Pastikan Belum Ada Laporan Kerusakan
17 Tahun Irigasi Terbengkalai, Sawah Hilang, Warga Cikadu Gali Sumur di Bekas Saluran Air Demi Bertahan Hidup
Liburan Berubah Duka, Dua Pelajar Meninggal Terseret Ombak di Pantai Kapitol Sukabumi 
Resmi Dilantik, Kang Sule Kembali Pimpin SMSI Sukabumi Raya 2025–2028

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:53 WIB

Dulu Lahan ini Sawah Subur dengan Aliran Air Melimpah, Kini Tinggal Padang Rumput

Senin, 20 Juli 2026 - 21:23 WIB

17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 

Senin, 20 Juli 2026 - 18:39 WIB

Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah

Senin, 20 Juli 2026 - 15:54 WIB

Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:30 WIB

Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Sukabumi, BPBD Pastikan Belum Ada Laporan Kerusakan

Berita Terbaru