Kementan Genjot Budidaya Bawang Merah Biji TSS, Distan Sukabumi Sudah Kami Aplikasikan

Senin, 12 Juli 2021 - 15:15 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Kementrian Pertanian melakukan strategi mengamankan pasokan Bawang Merah (Bamer) dengan mendorong penggunaan benih True Seed Shallots (TSS) untuk provitas yang lebih tinggi. Oleh karena itu, APBN 2021 dialokasikan untuk mendukung produksi bamer di 3.900 hektar di seluruh Indonesia, terutama di wilayah defisit

Hal itu disampaikan Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Tommy Nugraha saat menjadi salah satu narasumber bimbingan teknis (bimtek) secara daring untuk para petani, penyuluh, dan penggiat pertanian, Kamis (8/7

Kerja sama antara Direktorat Sayuran dan Tanaman Obat, Ditjen Jenderal Hortikultura dengan Open Virtual Literacy Room Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian (OVIRAL PUSTAKA).

Bimtek membahas bagaimana Meraup Untung dengan Budidaya Bawang Merah Asal Biji/TSS, merupakan bentuk tindak lanjut arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo yang meminta para staf dan jajarannya untuk tetap produktif melakukan pengawalan serta pendampingan meskipun sedang masa PPKM Darurat.

“Pengembangan TSS nasional sebenarnya telah diinisiasi sejak 2018. Kemudian pada tahun 2021, dilakukan pengembangan TSS di lahan seluas 915 hektar di 26 kabupaten. Hasil evaluasi penanaman bawang TSS cukup baik dan berhasil,” ungkap Tommy

Meskipun TSS bukan barang baru dan telah banyak yang berhasil, ternyata masih banyak petani yang ragu untuk mencoba atau memulai budidaya bawang merah dengan TSS. Melihat kondisi ini, Tommy mengatakan perlu adanya sosialisasi agar dapat meningkatkan keberanian dan kepercayaan petani untuk budidaya bawang merah TSS.

Menurut dia, sosialisasi TSS ini penting karena bawang merah umbi harganya cukup mahal dan ketersediaannya terbatas

TSS bisa hadir untuk meningkatkan produksi bawang merah dalam negeri. “Mudah-mudahan sosialisasi ini dapat meningkatkan keberanian dan kepercayaan petani untuk budidaya bawang merah TSS,” ujarnya.

Peningkatan produksi bawang merah ini sejalan dengan program jangka panjang Gerakan Dorong Produksi Daya Saing dan Ramah Lingkungan Hortikultura (GEDOR HORTI) dan pengembangannya secara nasional akan berbasis Kampung Bawang yang mana merupakan salah satu bagian dari Kampung Hortikultura.

Sistem pengembangan berbasis kampung ini tidak hanya menjadi lebih terkonsentrasi, tetapi juga memudahkan untuk pemasaran pascapanennya. “Kampung Hortikultura ini bertujuan agar kita memiliki daerah yang menjadi sumber budidaya hortikultura yang terkonsentrasi. Kenapa perlu terkonsentrasi? Yakni untuk memudahkan akses pasarnya,” ungkap Direktur Jenderal Hortikultura Prihasto Setyanto.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Sukabumi Ajat Sudrajat mengatakan, program Kementan untuk Bamer Biji TSS sendiri memang tumbuh dan berkembang di area dataran tinggi. Hal ini sudah diaplikasikan dan direalisasikan di Kabupaten Sukabumi dengan sejumlah lokasi yakni Cisaat, Selabintana, Kadudampit dan Jampang Tengah.

“Memang untuk Bamer Biji ini menjanjikan, sehingga kami pun mendorong para petani untuk giat mengembangkannya,” ungkapnya kepada jurnalsukabumi.com Senin (12/07/21).

Startegi mengamankan pasokan dam kebutuhan ini sejalur dengan program yang sedang digalakan dam digagas Distan Kabupaten Sukabumi.

“Kami memiliki area yang sangat potensi baik secara wilayah dan geografi untuk holtikuktura ini, seperti halnya Bamer Sukabumi memiliki potensi wilayah yang dimiliki bisa berkembang,” tandasnya.(Adv).

Berita Terkait

PA GMNI Sukabumi Raya Tegaskan Peran Kritis, Kebijakan Pemerintah Harus Berorientasi pada Rakyat
Dua Pekan MBG di Nagrak Mandek, Korwil BGN Belum Beri Penjelasan!
Peringati Hari Santri Nasional 2026, Hergun Tegaskan Peran Strategis Santri Kawal Pembangunan Bangsa
DLH Sukabumi Tetap Angkut Sampah, 8 Truk Rusak Berat dari Total 54 Armada
Pemilik Kandang Ayam Ngarak Sepakat Ikuti Keputusan Bersama dan Aturan
DLH Butuh 250 Truk Sampah, Masyarakat Diminta Tak Bergantung pada Pengangkutan
Dua Tahun Kepemimpinan Presiden Prabowo, Hergun: Bukti Kerja Nyata untuk Kesejahteraan Rakyat dan Kemandirian Bangsa
Dua Pekan MBG Terhenti di Nagrak, 1.300 Siswa dari Tujuh Sekolah Terdampak

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:19 WIB

PA GMNI Sukabumi Raya Tegaskan Peran Kritis, Kebijakan Pemerintah Harus Berorientasi pada Rakyat

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:47 WIB

Dua Pekan MBG di Nagrak Mandek, Korwil BGN Belum Beri Penjelasan!

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:43 WIB

Peringati Hari Santri Nasional 2026, Hergun Tegaskan Peran Strategis Santri Kawal Pembangunan Bangsa

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:58 WIB

DLH Sukabumi Tetap Angkut Sampah, 8 Truk Rusak Berat dari Total 54 Armada

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:11 WIB

Pemilik Kandang Ayam Ngarak Sepakat Ikuti Keputusan Bersama dan Aturan

Berita Terbaru