JURNALSUKABUMI.COM – Kasus covid-19 di Sukabumi meningkat hingga berdampak terhadap persedian okupansi rujukan pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dan swasta perlu jadi perhatian semua pihak.
Hal tersebut dilontarkan, Ketua Pengurus Daerah Partai Keadilan Sejahtera (DPD PKS) Kabupaten Sukabumi, M. Sodikin saat dihubungi jurnalsukabumi.com, Jumat (25/06/2021).
“Kami mendorong pemerintah daerah untuk lebih antisipatif mencari solusi atas persoalan ini termasuk kebijakan pengadaan fasilitas pelayanan,” ujarnya.
Secara kepartaian, PKS berkomitmen menjadi pelopor dalam mensukseskan program pemerintah dengan memberlakukan Protokol Kesehatan (Prokes) dan sependapat mungkin penyelenggaraan kegiatan-kegiatan secara daring.
“Tentu dalam menyikapi persoalan ini perlu kita bersama-sama mengawal kebijakan Pemerintah Daerah dalam penanggulangan pandemik covid-19,” kata Sodikin yang menjabat Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi.
Menurutnya, di samping pengetatan Prokes yang harus dilakukan untuk penanganan pasien yang trendnya kian meningkat perlu diambil langkah penambahan fasilitas pelayanan.
“Ya, minimal okupansi rumah sakit yang jadi rujukan pasien covid-19 pun mulai diperhatikan. Dan kita sependapat langkah ini jangan sampai ditunda-tunda,” tandasnya.
Dikabarkan sebelumnya, Wakil Bupati Sukabumi, Iyos Somantri sudah melakukan pembahasan persoalan ini dengan Pemerintah Kota Sukabumi, pada Rabu (23/6/2021) kemarin.
“Intinya, dalam mengatasi tingginya okupansi tempat tidur rumah sakit atau bed occupancy rate (BOR) di Kabupaten Sukabumi, Pemkab sudah mengadakan pertemuan dengan pengelola delapan rumah sakit yang lima diantaranya merupakan rumah sakit swasta,” jelasnya.
Reporter: Ruslan AG | Redaktur: Ujang Herlan












