Tak Gunakan Plastik, Pemkot Sukabumi Usul Mini Market Pakai Kantung Daur Ulang karya Warga

Selasa, 18 Mei 2021 - 10:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Pemerintah Kota Sukabumi melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengusulkan agar mini market dan ousat perbelanjaan lain yang ada di Kota Sukabumi menggunakan kantung daur ulang karya usaha kreatif warga. Hal tersebut menyusul diterapkannya larangan penggunaan plastik sekali pakai.

Penghentian penggunaan kantung plastik sekali pakai di tempat perbelanjaan didasarkan pada Peraturan Wali Kota Nomor 19 Tahun 2019 tentang pengurangan penggunaan kantong plastik di Kota Sukabumi.

“Kami ingin bahan-bahan daur ulang yang dikelola oleh usaha kreatif di Kota Sukabumi digunakan di setiap pusat perbelanjaan,” kata Herman Permana, Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLH Kota Sukabumi kepada jurnalsukabumi.com, Senin (17/05/21).

Namun, hal tersebut tidak dapat terealisasi dengan mudah. Mayoritas mini market di Kota Sukabumi adalah milik perusahaan nasional.

“Jadi butuh proses lagi untuk di daerah, tapi kita akan upayakan,” tutur Herman.

Herman menambahkan DLH Kota Sukabumi saat ini tengah membuat inovasi kantung ramah lingkungan khusus untuk mengganti kantung plastik belanjaan yang biasa dipakai masyarakat sehari-hari.

Herman menambahkan, Perwal nomor 19 tahun 2019 mulai diberlakukan per 1 April 2021. Selain mini market, aturan ini juga sudah diterapkan di ritel-ritel besar.

“Kalau toko ritel besar sebetulnya sudah melakukan penerapan itu sejak satu bulan lalu,” tutur Herman.

Di sisi lain, Pemkot Sukabumi menyambut baik pemberlakuan pengurangan kantong plastik. Langkah itu turut mendorong masyarakat untuk mengurangai limbah plastik yang dapat mencemari lingkungan.

“Alhamdulillah, dapat mengurangi volume sampah plastik, sejauh ini masyarakat mulai sadar, untuk menjaga lingkungan di Kota Sukabumi ini,” imbuhnya.

Dia pun menghimbau, kepada masyarakat untuk menyediakan kantung sendiri dari rumah atau membeli kantung ramah lingkungan terlebih dahulu jika ingin berbelanja.

“Kita mensosialisasikan terus ke masyarakat, untuk pengurangan sampah itu,” ujarnya.

Reporter: Rizky Miftah | Redaktur: Mohammad Noor

Berita Terkait

17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 
Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah
Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen
17 Tahun Irigasi Terbengkalai, Sawah Hilang, Warga Cikadu Gali Sumur di Bekas Saluran Air Demi Bertahan Hidup
Resmi Dilantik, Kang Sule Kembali Pimpin SMSI Sukabumi Raya 2025–2028
Parah! Antrean Truk di SPBU Cibadak Kuasai Bahu Jalan, Pengendara Premium Terjebak
Dihantam Botol dan Batu Gegara Uang, Misteri Kerangka di Hutan Jati Sagaranten Akhirnya Terpecahkan
Ratusan Buruh ‘Kepung’ Kantor BPJS Ketenagakerjaan Sukabumi Keluhkan Pencaloan Pencairan

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 21:23 WIB

17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 

Senin, 20 Juli 2026 - 18:39 WIB

Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah

Senin, 20 Juli 2026 - 15:54 WIB

Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:08 WIB

17 Tahun Irigasi Terbengkalai, Sawah Hilang, Warga Cikadu Gali Sumur di Bekas Saluran Air Demi Bertahan Hidup

Sabtu, 18 Juli 2026 - 12:46 WIB

Resmi Dilantik, Kang Sule Kembali Pimpin SMSI Sukabumi Raya 2025–2028

Berita Terbaru