Soal Kasus Keracunan Massal di Dua Kecamatan, Begini Komentar Ahli Kesehatan Sukabumi

Jumat, 7 Mei 2021 - 21:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Hidup Indonesia (Hakli) Kabupaten Sukabumi angkat bicara soal kasus keracunan massal saat berbuka puasa yang terjadi di dua kecamatan di Kabupaten Sukabumi.

Ketua Hakli Kabupaten Sukabumi, Ujang Soleh Suryaman, mengatakan kasus keracunan makanan sering terjadi karena kurang higienisnya pengolahan. Hal tersebut harus diperhatikan oleh masyarakat agar kasus keracunan tidak terus terjadi.

“Kami mengimbau kepada masyarkaat, terutama para pelaku usaha makanan ataupun masakan, di tingkat kecamatan itu terdapat Puskesmas yang bisa diminta bantuan untuk penyuluhan,” tutur Ujang kepada jurnalsukabumi.com, Jumat (7/5/2021).

Masyarakat tidak perlu malu untuk meminta bantuan penyuluhan dari petugas Puskesmas mengenai bagaimana pengolahan, penyimpanan hingga pendistribusian makanan yang baik dan sehat. Kehigienisan terkait makanan sangat penting, jangan dianggap sepele.

“Kami juga sering melakukan penyuluhan-penyuluhan kepada para pelaku usaha olahanan makanan. Kita berikan edukasi mulai dari pengolahan yang baik, penyiapan bahan baku, hingga penyimpanan dan pendistribusian yang semuanya harus memenuhi syarat secara kesehatan,” tuturnya.

Ujang Soleh juga meminta masyarakat untuk tidak segan datang ke Dinas Kesehatan dan Puskesmas. “Disitu petugas bisa menjelaskan tata cara pengolahan makanan yang baik dan sehat,” tutupnya.

Sementara itu, kasus keracunan massal terjadi di dua kecamatan pada beberapa hari terakhir. Puluhan warga di Desa Sindangresmi, Kecamatan Jampangtengah mengalami gejala keracunan usai menyantap hidangan es cendol. Kemudian di Kecamatan Simpenan, keracunan massal terjadi di Desa Mekarasih.

Reporter: Azis Ramdhani | Redaktur: Mohammad Noor

Berita Terkait

DPR Siap Bahas Revisi UU Pemilu, Hergun Tegaskan Pentingnya Partisipasi Publik
Heboh! Disnakertrans Temukan TKA Diduga Ilegal di PT KKB Cicurug
Maling Domba di Cikakak Keok karena Ban Pecah, Empat Ekor Ternak Ditemukan di Dalam Mobil
Disnakertrans Dorong Perlindungan Pekerja SPPG, Ratusan Relawan Diupayakan Masuk BPJS
ABPEDNAS Cetak Sejarah, Raih 100 Ribu Anggota Bertepatan Hari Lahir Pancasila 2026
Sukabumi Menggugat! Massa Desak Ayep Zaki Mundur dari Kursi Wali Kota
Diberi Tenggat 30 Hari, Massa Aksi 2.6.26 Layangkan Gugatan untuk Ayep Zaki
Puncak Arus Balik Iduladha, Kemacetan di Cibadak Mengular hingga Jalur Alternatif Nagrak

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 20:44 WIB

DPR Siap Bahas Revisi UU Pemilu, Hergun Tegaskan Pentingnya Partisipasi Publik

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:38 WIB

Maling Domba di Cikakak Keok karena Ban Pecah, Empat Ekor Ternak Ditemukan di Dalam Mobil

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:34 WIB

Disnakertrans Dorong Perlindungan Pekerja SPPG, Ratusan Relawan Diupayakan Masuk BPJS

Selasa, 2 Juni 2026 - 21:26 WIB

ABPEDNAS Cetak Sejarah, Raih 100 Ribu Anggota Bertepatan Hari Lahir Pancasila 2026

Selasa, 2 Juni 2026 - 17:50 WIB

Sukabumi Menggugat! Massa Desak Ayep Zaki Mundur dari Kursi Wali Kota

Berita Terbaru