Tewas! Operator Tertimpa Alat Berat Stum di Simpenan

Jumat, 30 April 2021 - 03:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Nahas, seorang operator alat berat belong atau stum meregang nyawa saat menurunkan alatnya dari truk di Jalan Raya Gunung Buleud, Desa Loji, Kecamatan, Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Rabu (28/04/21).

Informasi yang dihimpun jurnalsukabumi, peristiwa tersebut terjadi sekitar Pukul 12.30 WIB, kecelakaan pekerja proyek yang menimpa operator belong yakni Ajat Sudrajat (35) warga Bandung, dimana pada saat hendak menurunkan alat berat atau belong dengan nomor SAKAI BFE 2651 yang saat itu diangkut oleh sebuah truk tronton Hino Nopol D 9116 UA, dengan sopir Warman

“Sempat menegur korban yaknj Ajat sudrajat agar tidak menurunkan alat berat/belong tersebut di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Karena lokasi jalan menikung dan miring dan pada saat menurunkan belong agar menggunakan seling baja untuk keamanan. Namun korban tidak menghiraukannya,” ungkap Kapolsek Simpenan Ipda Dadi

Akibat tak menghiraukannya, kejadian kecelakaan tersebut terjadi pada saat penurunan belong dari tronton dikarenakan lokasi jalan ada kemiringan dan tidak menggunakan seling baja belong tersebut bergeser ke sebelah kiri dan menimpa operator korban sehingga korban mengalami luka berat pada pinggang sebelah kiri dan kaki sebelah kiri patah.

“Korban tertimpa alat berat, hingga mengena pinggangnya hingga kaki kirinya patah, korban dilarikan ke RSUD Palabuhanratu dan saat penanganan medis meninggal dunia,” katanya.

“Setelah menerima laporan dari masyarakat, kami mendatangi TKP, pendataan ke pengendara, melaporkan kepada pimpinan dan melimpahkan kepada Unit Laka Polres Sukabumi,” tandasnya.

Reporter: Ilham | Redaktur: FK Robbi

Berita Terkait

Dulu Lahan ini Sawah Subur dengan Aliran Air Melimpah, Kini Tinggal Padang Rumput
17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 
Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah
Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen
Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Sukabumi, BPBD Pastikan Belum Ada Laporan Kerusakan
17 Tahun Irigasi Terbengkalai, Sawah Hilang, Warga Cikadu Gali Sumur di Bekas Saluran Air Demi Bertahan Hidup
Liburan Berubah Duka, Dua Pelajar Meninggal Terseret Ombak di Pantai Kapitol Sukabumi 
Resmi Dilantik, Kang Sule Kembali Pimpin SMSI Sukabumi Raya 2025–2028

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:53 WIB

Dulu Lahan ini Sawah Subur dengan Aliran Air Melimpah, Kini Tinggal Padang Rumput

Senin, 20 Juli 2026 - 21:23 WIB

17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 

Senin, 20 Juli 2026 - 18:39 WIB

Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah

Senin, 20 Juli 2026 - 15:54 WIB

Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:30 WIB

Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Sukabumi, BPBD Pastikan Belum Ada Laporan Kerusakan

Berita Terbaru