Ancaman Gerusan Tanah di Depan Mata, Warga Leuwi Gadog Simpenan Desak Normalisasi Sungai Cidadap

Sabtu, 5 September 2026 - 19:53 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Tanah di sekitar aliran Sungai Cidadap, Kampung Leuwi Gadog, Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, terus tergerus. Warga kini melihat ancaman itu semakin dekat dengan permukiman.

Kondisi tersebut membuat masyarakat resah. Mereka khawatir gerusan tanah semakin meluas dan perlahan mendekati bangunan yang berada di sekitar kampung.

Dadang Suherman, Ketua RT 02/RW 06 yang juga mewakili warga RT 13/RW 06, mengatakan perubahan kondisi Sungai Cidadap terlihat cukup signifikan dibanding sebelumnya.

Menurutnya, jarak dari kawasan majelis menuju aliran sungai yang dahulu sekitar 350 meter kini semakin dekat. Bahkan, gerusan tanah disebut sudah berada di sekitar batas bronjong dengan jarak hanya sekitar dua meter dari kawasan yang dikhawatirkan warga.

“Dulu kurang lebih 350 meter. Sekarang sudah nempel, ini tinggal sekitar dua meteran dari bronjong. Sudah mendekati kampung,” kata Dadang, Sabtu (5/9/2026).

Kondisi tersebut menjadi semakin mengkhawatirkan ketika memasuki musim penghujan. Warga takut aliran air dari bagian hulu kembali memperbesar gerusan dan membuat tanah di sekitar bantaran sungai semakin terkikis.

“Takut naik keseret lagi,” ujarnya.

Bagi warga, persoalannya bukan sekadar sungai yang dangkal. Material berupa batu, kayu dan endapan yang memenuhi aliran membuat bentuk Sungai Cidadap semakin tidak jelas.

Warga menilai kondisi tersebut perlu segera ditangani sebelum gerusan tanah semakin luas.

Karena itu, mereka mendesak pemerintah turun tangan dengan melakukan normalisasi Sungai Cidadap. Salah satu langkah yang diminta adalah pengerahan alat berat atau ekskavator untuk memindahkan material yang menumpuk di sekitar aliran sungai.

“Mohon kepada pemerintah atau kepada dewan, mohon menurunkan alat berat atau ekskavator,” kata Dadang.

Tokoh masyarakat setempat, Sukardi, mengatakan masyarakat membutuhkan normalisasi karena kondisi Sungai Cidadap saat ini sudah mengalami perubahan besar.

Ia bahkan menyebut bentuk sungai dan arah alirannya tidak lagi terlihat jelas akibat material yang menumpuk.

“Enggak kelihatan bentuk sungainya, enggak kelihatan bentuk aliran ke mana airnya ngalir,” kata Sukardi.

Menurutnya, normalisasi diperlukan untuk mengembalikan jalur aliran sungai sekaligus mengurangi potensi gerusan tanah yang semakin mendekati kawasan permukiman.

Sukardi mengatakan masyarakat tidak ingin hanya menunggu sampai dampaknya semakin besar. Mereka berharap pemerintah pusat maupun daerah memberikan penanganan nyata.

“Saya ingin menyampaikan suara masyarakat. Artinya suara hati mereka,” ujarnya.

Bagi warga Leuwi Gadog, persoalan Sungai Cidadap kini menyentuh dua hal sekaligus: keselamatan lingkungan tempat mereka tinggal dan keberlangsungan mata pencaharian.

Tanah terus terkikis, sawah kehilangan fungsi, sementara sungai semakin mendekati kampung.

“Warga berharap normalisasi segera dilakukan,” tandasnya.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan 

Berita Terkait

Dulu Susah Air, Kini 60 KK dan Siswa SDN Cikole Nikmati Manfaat Sumur Bor TMMD
Pesan Prabowo di Rakornas TPAKD 2026, Bupati Sukabumi Ikuti Penguatan Akses Keuangan
Hari Santri 2026, Bupati Sukabumi Dorong Santri Kuasai Teknologi Tanpa Kehilangan Tradisi Pesantren
Jaga Harmoni Bersama Warga, DLH Tekankan Pengelolaan Lingkungan bagi Usaha Peternakan
Serangan Lalat dan Bau Tak Kunjung Hilang, Warga Nagrak Desak Tutup Permanen
Banner Klaim Tanah Milik Salim Membentang di Pasar Palabuhanratu, Ahli Waris Muncul Bawa Dokumen Lama
Pria 28 Tahun di Nagrak Ditemukan Gandir, Polisi Temukan Pesan Terakhir
Tim Terpadu Tegaskan Kandang Ayam di Nagrak Tutup Sementara

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:25 WIB

Dulu Susah Air, Kini 60 KK dan Siswa SDN Cikole Nikmati Manfaat Sumur Bor TMMD

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:52 WIB

Pesan Prabowo di Rakornas TPAKD 2026, Bupati Sukabumi Ikuti Penguatan Akses Keuangan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:10 WIB

Jaga Harmoni Bersama Warga, DLH Tekankan Pengelolaan Lingkungan bagi Usaha Peternakan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:50 WIB

Serangan Lalat dan Bau Tak Kunjung Hilang, Warga Nagrak Desak Tutup Permanen

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Banner Klaim Tanah Milik Salim Membentang di Pasar Palabuhanratu, Ahli Waris Muncul Bawa Dokumen Lama

Berita Terbaru