JURNALSUKABUMI.COM – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Sukabumi, turun ke bawah (Turba) melayani pembuatan E-KTP bagi warga Kecamatan Caringin, Jumat (16/04/21).
Kegiatan ini merupakan lanjutan road show Disdukcapil ke beberapa wilayah yang warganya belum memiliki salah satu dokumen kependudukan tersebut. Sebelumnya kegiatan digelar di Kecamatan Cikembar dan Warungkiara.
“Sebelumnya kami melakukan kegiatan di Kecamatan Cikembar dan Warungkiara. Sasarannya adalah orang dalam gangguan jiwa (ODGJ) dan bagi orang sakit. Kami mendatangi warga dari rumah ke rumah. Jumlah warga yang langsung mendapatkan pelayanan berjumlah 10 orang,” kata Kabid Pelayanan Pendaftaran Penduduk, Yayah Dewi kepada jurnalsukabumi.com.
Pelayanan pembuatan E – KTP kali ini kata dia, juga merupakan kegiatan ke dua selama bulan Ramadan. Tujuan digelarnya kegiatan tersebut lanjut dia, untuk melayani masyarakat yang belum terdaftar dalam sistem administrasi kependudukan.
” Sasaran utama kami adalah warga yang memiliki E – KTP. Mengingat dokumen tersebut sangat diperlukan warga untuk identitas diri dan kepentingan administrasi lainnya,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Caringin Wetan Dedi Suhendar menuturkan, kegiatan ini atas dasar usulan dari warga di 9 desa se-Kecamatan Caringin.
“Ada sembilan kepala desa yang mengusulkan agar ada pelayanan pendaftaran penduduk yakni Caringin Wetan, Caringin Kulon, Talaga, Mekarjaya, Cijengkol, Ciseupan, Cikembang, Sukamulya dan Pasir Datar Indah,” jelasnya.
Jumlah lansia di Desa Caringin Wetan yang belum memiliki E – KTP berjumlah 50 orang. Dengan mengantongi E – KTP, warga lansia tersebut, tidak akan mengalami kesulitan memenuhi kelengkapan persyaratan pencairan dana bansos.
Demikian disampaikan Kabid Pelayanan Pendaftaran Penduduk (Dafduk) Yayah Dewi saat di temui di lokasi kegiatan yang bertempat di Desa Caringin Wetan, Kecamatan Caringin.
” Selama ini mereka sering kesulitan mencairkan dana BST dan bansos lainnya. Karena jika tidak punya KTP, proses pencairannya akan terhambat,” kata Dedi.
Salah seorang warga, Abdul Azis, warga Kampung Cilengis RT 04 RW 01 yang ditemui di lokasi kegiatan mengaku senang dengan program jemput bola tersebut. Menurutnya, dengan dipusatkan di satu titik lokasi bisa meringankan biaya dan waktu tempuh.
“Sebelumnya warga harus menempuh perjalanan cukup jauh dengan beban biaya yang cukup lumayan bagi yang tidak punya kendaraan pribadi. Tapi dengan adanya pelayanan langsung dari Disdukcapil, kami bisa mengirit ongkos,” ungkapnya.
Reporter: Usep Mulyana | Redaktur: FK Robbi











