JURNALSUKABUMI.COM – Mewabahnya pagebluk pandemi covid-19 tak sedikit membuat orang terpaksa harus memutar otak untuk tetap bertahan. Termasuk, bagi mereka yang terpaksa harus dirumahkan karena dampak sampar virus corona tersebut.
Sebut saja, Asyifa Sakinah. Pramugari kelahiran Sukabumi 12 Juli 1995 asal Desa Cisande Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi ini mampu membuktikan diri kepada dunia luar, bahwa dengan adanya pandemi bukan akhir dari segalanya.
Baginya, kesulitan hidup di tengah pandemi dijadikan tantangan. Itu dibuktikannya dengan sukses berbisnis di masa pandemi covid-19. Inovasinya yakni menjual parfum dan pakaian secara online.
Usut punya usut, wanita lulusan salah satu SMK negeri di Sukabumi terdampak pandemi hingga merasakan 11 bulan work from home. Hingga akhirnya ia memberanikan diri untuk memulai bisnis, yaitu berjualan parfum dan pakaian. Ia memilih bisnis online dari jaringan produk yang sudah dikenalnya selama ini sebagai FA atau pramugari.
“Awalnya sempat ragu. Namun, keyakinan ini tetap ada bersamaku. Karena, pada dasarnya aku tidak sendirian yang kena dampak pandemi ini. Yang ada, pandemi ini membuat kita lebih kreatif dan dapat menyalurkan bakat terpendam,” ujar Asyifa Sakinah, pramugari yang tercatat di Maskapai Internasional Kerajaan Arab Saudi itu, Minggu (21/03/2021).
Gadis manis berdarah Sunda, Padang serta Arab ini mengaku bisnis yang digelutinya saat ini yakni menjual produk-produk secara online, salah satunya dengan akun instagram toasfragnace.
“Memulainya cukup berat, saya sampai sampai pernah gak tidur dua hari untuk packaging dan pengiriman, sempat sakit. Pengalaman rugi, dicurangi, itu menjadikan aku makin paham cara berbisnis,” kata pramugari yang sudah hampir sembilan tahun sudah mengarungi angkasa bersama banyak maskapai di dunia penerbangan itu.
Kini, Asyifa Sakinah sudah di kelilingi tim yang kuat dalam menjalankan bisnisnya tersebut sehingga, Ia pun bisa kembali fokus sebagai pramugari. “Supaya dua-duanya jalan dan lancar, intinya komunikasi,” sebutnya.
Asyifa bahagia karena akhirnya mampu mengajak sang ibu keliling dunia, umroh tiap tahun. “Mulailah berbisnis dan jangan takut, tetap berusaha dan tetap semangat,” tulis Asyifa Sakinah dalam narasi cabin crew menulis, memberikan pesan untuk sesama kru kabin berjuang di tengah pandemi.
Tak hanya itu, Ia pun sempat menceritakan awal mula perjalanan hidupnya hingga sukses saat ini. Usai, lulus hingga SMK di Sukabumi, kemudian melanjutkan jenjang pendidikannya ke Jakarta. Ia sekarang berdomisili di Jeddah Arab Saudi, sementara keluarganya di Jakarta.
“Di Sukabumi juga masih ada keluarga. Saya masih sering pulang ke rumah di Sukabumi,” jelasnya.
Tahun 2012 Asyifa Sakinah memulai karir di salah satu maskapai swasta nasional, lalu berpindah ke maskapai lainnya hingga tahun 2017. Ia juga sempat menjadi Flight Attendant (FA) di private jet tahun pada 2018-2019, hingga berlabuh di maskapai Internasional Kerajaan Arab Saudi, pada 2019 hingga sekarang.
“Orang tua bercerai, dari kecil aku bersama mama tinggal dan besar di keluarga yang sederhana,” ucapnya.
Kondisi ini menempa Asyifa Sakinah jadi pribadi yang mandiri. Dari Sukabumi, ia pun melanjutkan pendidikannya ke Jakarta. “Dulu sambil kuliah, aku selalu melamar kerja. Tertarik dengan rekan yang menjadi FA atau pramugari. Awalnya sempat tidak pede karena tidak terlalu semampai dan masih pakai kawat gigi, belum bisa dandan seperti sekarang” tuturnya.
Singkat cerita, ia pun lolos menjadi FA, bahkan 4 kali lulus tes di maskapai yang berbeda sepanjang karirnya menjadi pramugari. Tak selalu mulus, ia pun sempat ditolak atau tidak diterima saat mencoba menjadi pramugari.
“Waktu itu aku pilih salah satu yang paling cepat proses tanda tangan kontrak, karena tak sabar ingin jadi FA dengan pakai seragam,” papar Asyifa Sakinah.
Sebagai cabin crew, salah satu hobinya untuk bertraveling keliling dunia tersalurkan. “Bertemu banyak orang baru, wawasan lebih luas, belajar banyak karakter orang. Tentu profesi ini menyimpan duka karena jauh dari keluarga dan orang-orang tercinta termasuk melewatkan momen penting bersama keluarga,” tandasnya.
Redaktur: Ujang Herlan












