JURNALSUKABUMI.COM – Lapas Kelas II B Nyompolong Sukabumi akan menelusuri asal-usul penyebaran virus covid-19 yang menjangkit sedikitnya 47 orang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Kalapas Kelas II B Nyomplong Sukabumi, Cristho Thoar, mengatakan saat ini pihaknya masih melakukan tracing dan menulusuri awal mula masuk nya virus corona ke dalam lingkungan lapas.
“Kami akan dibantu tim dokter di sini dan tiga orang perawat bekerjasama dengan Pukesmas Pabuaran dan Labkesda,” kata Cristho kepada wartawan pada saat melakukan rilis pers, Jumat (19/03/21).
Penyebaran virus di lingkungan Lapas pertama kali setelah pada 10 Maret 2021 terdapat, WBP yang melakukan pengobatan ke klinik lapas. Setelah diperiksa, ternyata WBP tersebut mengalami anosmia atau gangguan penciuman.
Setelah itu pihaknya pun tidak tinggal diam. Petugas medis di lapas melakukan swab antigen kepada 19 WBP yang berada di satu kamar. Dari hasil itu itu terdapat 2 orang yang reaktif.
“Kemudian 19 orang yang dilakukan swab 13 orang sisanya kita pisahkan dan menjalani isolasi. Setelah swab lagi kembali 2 orang dinyatakan reaktif. Stelah itu kita mendapati 1 orang yang mengalami gejala demam dan setelah di swab hasilnya reaktif lagi,” imbuhnya.
Berdasar kan hasil itu lanjut dia, pihaknya melakukan koordinasi bersama Tim Gugus Tugas Penangan dan Pengendalian Covid-19 Kota Sukabumi untuk melakukan swab swab test PCR kepada 479 orang WBP dan petugas Lapas Nyomplong secara dua tahap.
Swab pertama dilakukan pada hari Senin 15 Maret 2021 kepada 200 orang Warga Binaan dan hasilnya k22 orang dinyatakan positif, dan sisanya 178 orang dinyatakan begatif,
Kemudian, lapas kembali melakukan swab tahap ke 2 yang dilaksanakan pada hari Rabu 17 Maret 2021 dengan jumlah sebanyak 279 orang dengan hasil 24 orang positif, 255 orang negatif.
“Jadi dari Sampai hari ini dari total warga binaan dan petugas yang melakukan swab pcr, 46 orang warga binaan dan 1 petugas dinyatakan positif,” imbuhnya.
Sementara itu dia menambahkan, kondisi kesehatana dari 47 warga binaan lapas yang dinyatakan positif merupakan pasien Orang Tanpa Gejala (OTG).
Petugas lapas pun kini memperketat pengawasan dan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran covid-19 di lingkungan lapas.
“Langkah-langkah yang Kami lakukan untuk menekan penyebaran virus covid-19 di likngkungan lapas adalah seluruh petugas senantiasa selalu melaksanakan protokol kesehatan 3 M yang pertama dengan selalu menggunakan masker di setiap kegiatan, yang kedua mencuci tangan setelah berkegiatan, yang ketiga selalu menjaga jarak, bahkan dengan menerapkan 5 M yaitu di tambah dengan, Menjauhi kerumunan dan Membatasi mobilisasi dan interaksi,” pungkansya.
Reporter: Rizky Miftah | Redaktur: Mohammad Noor












