JURNALSUKABUMI.COM – Sebanyak 42 orang penyandang disabilitas di Kota dan Kabupaten Sukabumi mendapatkan bantuan alat bergerak berupa kaki dan tangan palsu secara gratis, Jumat (05/03/21).
Pemberian kaki dan tangan palsu itu terselenggara berkat kerjasama antara Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Suara Hati Sukabumi dan Yayasan Tuna Daksa Jakarta, serta donatur lainnya.
Ketua LKS Suara Hati Sukabumi, Panji mengatakan, kegiatan tersebut merupakan aksi kemanusiaan yang sudah menjadi agenda rutin digarap sejak tahun 2011.
“Aksi sosial ini juga terlaksana atas dorongan pembina kami yakni, Pak H. Muraz dan H. Dankih AS Nuklir. Serta, pihak Yayasan Tuna Daksa Jakarta dan donatur tetap kami yaitu Mr. Lee,” ujarnya kepada jurnalsukabumi.com.
Lanjut Panji, dikarenakan saat ini masih di tengah pandemi covid-19 pelaksanaan pun digelar di dua lokasi berbeda. Serta, prosesi acara tetap dengan mengutamakan Protokol Kesehatan (Prokes).
“Kita bagi dua lokasi, untuk pengukuran peserta dilakukan di kediaman Pak H. Dankih di Jalan Benteng Kidul Kecamatan Warudoyong Kota Sukabumi dan untuk pemasangan kaki dan tangan palsu dipusatkan di kediaman Pak H. Muraz,” sambungnya.
Adapun kegiatan kali ini kata Panji, peserta yang menerima manfaat bantuan kaki dan tangan palsu ini sebanyak 42 orang dari target 48 yang sudah dilakukan pengukuran. Namun, 6 orang tidak hadir.
“Ucapan terima kasih kami sebesar-besarnya khususnya bagi para pembina, Yayasan Tuna Daksa serta donatur kami yang tak henti-hentinya mensupport acara rutin ini sehingga bisa bertahan sampai sekarang,” ucap Panji.
Di tempat terpisah, Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat Dapil Jabar IV yang meliputi Kota dan Kabupaten Sukabumi, M. Muraz menambahkan, bagi dirinya kegiatan sosial disabilitas memang merupakan agenda rutin yang sudah berjalan sejak tahun 2011 lalu.
“Alhamdulillah, sejak saya menjabat Sekda hingga Walikota Sukabumi pun giat seperti ini sudah rutin digelar. Namun, mengingat masih pandemi covid-19 jadi kita memilih untuk membatasi secara bergilir dengan kegiatan sesuai Prokes,” sambungnya.
Terlebih, saat ini sebagai wakil rakyat tentu sudah menjadi kewajiban bersama turut peduli terhadap mereka. “Mudah-mudahan semakin banyak orang yang peduli bagi mereka kaum disabilitas,” singkatnya.
Reporter: Rizky Miftah | Redaktur: Ujang Herlan












