JURNALSUKABUMI.COM – Soto babat dan kikil yang berada di Jalan Pamuruyan, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi ini benar-benar beda dari yang lain. Selain rasanya gurih, penjualan soto tersebut tak dipatok harga. Pembeli bisa membayar berapa pun.
Adalah Suprihatin (43 tahun) bersama suaminya, Muhafil (55 tahun), penjual soto babat dan kikil itu. Mereka berjualan di pinggir jalan menggunakan gerobak.
“Kami sudah jualan sekira 10 tahun. Dari dulu emang harganya enggak dipatok,” kata Suprihatin kepada jurnalsukabumi.com, Jumat (12/02/2021).
Setiap harinya, Suprihatin dan Muhafil mulai berjualan sekira pukul 10.00 WIB. Sama halnya dengan harga, mereka tidak mematok jam tutup berjualan.
“Kalau siang sudah habis, ya kita pulang. Selama masih ada barang yang dijual, kita jualan aja,” tutur Suprihatin.
Kendati begitu Suprihatin mengaku bersyukur karena usahanya selalu laris. Biasanya tak butuh waktu lama. Hanya tiga jam buka, sotonya sudah habis.
“Alhamdulillah sekarang juga sudah punya cabang. Di Simpang Nagrak, dan di sekitar Pasar Cibadak,” katanya.
Strategi pemasaran yang dilakukan Suprihatin dan Muhafil nampaknya efektif. Setiap harinya, gerobak dagangan soto mereka selalu didatangi pelanggan.
Salah satu pelanggan soto itu adalah Kristiawan Saputra, founder gerakan kepedulian sosial Sahabat Kristiawan Peduli (SKP). Kristiawan dan sahabat-sahabatnya terlihat benar-benar menikmati hidangan soto yang harganya tidak dipatok tersebut.
“Saya bersama tim, kalau ada pasien ke daerah Cibadak selalu berhenti dan menyempatkan untuk membeli soto babat dan kikil ini. Selain harganya tidak di patok, rasanyapun enak, dan lezat,” ujar Kristiwan
Reporter: Ifan | Redaktur: Mohammad Noor












