JURNALSUKABUMI.COM – Warga Kampung Ciherang, Desa Cijangkar, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, masih dihantui pergerakan tanah susulan disaat hujan turun.
Berdasarkan informasi yang dihimpun jurnalsukabumi.com, puluhan warga yang berada di RT. 01/02 dan RT. 02/02 pada saat itu sempat terdampak bencana tersebut sampai saat ini, masih trauma menempati rumahnya. Sebab, setiap hujan turun selalu ada pergerakan tanah apalagi disaat hujan deras.
“Warga yang terdampak Minggu 13 Desember 2020 lalu masih was-was bahkan harus bolak balik kepengungsian,” kata Eka Widiaman Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kabupaten Sukabumi kepada jurnalsukabumi.com, Kamis (7/01/21).
Lanjut ia, 19 kepala keluarga (KK) yang rumahnya berada di garis retakan sudah dikosongkan karena mereka khawatir melihat kondisi bilamana terjadi susulan yang lebih parah dari sebelumnya.
“19 KK ini atau rumah ini hanya 1 yang mengalami rusak sedang, sisanya rusak ringan,” tuturnya.
Menurutnya, tenda tenda yang akan disediakan BPBD atau tempat pengungsian tidak diperlukan untuk saat ini, karena warga lebih memilih mengungsi ke sanak sodaranya dan tidak jauh dari situ ada sekolah dasar yang bisa menampung seluruh masyarakat.
“Pergerakan ini masih terus kita pantau, soalnya dikekhawatirkan dengan cuaca seperti ini menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan. Mudah-mudahan, tidak ada bencana lagi agar tidak terlalu khawatir lagi,” tandasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Kampung Ciherang, Desa Cijangkar, Kecamatan Nyalindung mengalami hujan dengan intensitas deras dan lama, sekitar pukul 18:00 WIB, sehingga mengalami pergeseran tanah yang mengakibatkan puluhan rumah retak dan sebagian rumah amblas akibat kejadian tersebut.
Reporter: Ilham Nugraha/Ifan Redaktur: Ujang Herlan












