Cucu Ma Irot Ungkap Pengobatan Tradisional ‘Si Otong’ Gagah Perkasa

Jumat, 25 Desember 2020 - 14:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Soal konsultasi keluhan pengobatan tradisional Ma Irot yang menjalankan praktik reparasi “Si Otong” sejak 1980 an, nampaknya sudah tak asing lagi didengar.

Jasa ‘permak’ Mr P legendaris ini tidak hanya seantero Indonesia, bahkan sudah kesohor hingga manca negara. Haji Syahril, putra pertama Haji Royani diwarisi kemampuan sang Nenek, yakni Mak Irot sejak tahun 2000 silam.

Tepat di Kampung Benteng RT.01/005, Desa Jayanti, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, dirinya mengungkapkan secara jelas akan khasiat dari pengobatan tradisional yang mampu bisa membuat alat kelamin pria gagah perkasa.

“Alhamdulilah, kita di sini sudah hampir 20 tahun yang insyallah bisa membuat lebih kuat, panjang, besar dan tahan lama. Juga, bisa dirasakakan perubahannya langsung di tempat tanpa efek samping,” kata H. Syahril saat ditemui jurnalsukabumi.com, Jumat (25/12/2020).

Selain, melalui praktik pijatnya yang diklaim bisa membesarkan dan memanjangkan alat vital kaum laki-laki. Cucu Ma Irot yang berasal dari Kampung Cigadog, Desa Caringin, Kecamatan Cisolok itu pun makin dilirik.

“Kalau pengunjung sempat ada dari Negara Oman, Singapur dan Brunai Darussalm. Untuk pengunjung nusantara, seperti pengunjung dari perbatasan Malaysia, Kucingan, Bandung Jakarta, Padang, Papua, dan Kalimantan hingga Sumbawa,” ungkap Ayah dari Lima anak itu.

H. Syahril pun menginformasikan secara rinci, tahapan demi tahapan pengobatan sesaat menangani keluhan dari pasien. Diantaranya, mendeteksi keluhan pasien melalui pijat di beberapa titik tertentu hingga proses pembuktian langsung di tempat.

“Insyallah, berkat ilmu warisan sang nenek dan doa, semua langsung terkabul. Soal ukuran, tergantung permintaan pasien, dari mulai panjang 15 cm, 17 cm, 20 cm serta diameter yang 3,5 cm, 4,5 cm hingga 50 cm,” ucapnya.

Sementara soal tarip disesuaikan dengan keluhan bahkan tidak dipatok. Untuk lebih jelasnya, bisa konsultasi langsung ke lokasi pengobatan atau bisa juga dengan layanan antar jemput dengan menghubungi di nomor pribadinya 081329730022.

“Lokasi sangat strategis dan berada di pinggir jalan langsung. Pasien bisa mengguna dua jalur, dari arah Sukabumi – Palabuhanratu patokannya pertigaan Alfamart sebelum Desa Jayanti, Palabuhanratu belok kiri,”.

“Sementara, dari jalur Banten – Palabuhanratu, bisa berhenti di pertigaan Slamet masuk Jalan Rawa Kalong. Dari jalan raya hanya 3,5 km saja. Adapun praktik, hanya libur di hari Jumat saja. Hari lainnya buka sampai 24 jam,” tutupnya.

Reporter: Cr1 | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Truk Hino Tabrak 4 Kendaraan di Cibadak, Sempat Mundur dan Hantam Mobil di Belakang
Tersandung Korupsi Rp394 Juta, Kasus Kades Neglasari Masuk Persidangan
Dua Pemotor Wanita Tertabrak Kereta di Benteng Sukabumi hingga Kritis
Menteri Agus Andrianto Apresiasi Kebun Sayur Lapas Warungkiara Jadi Bekal Kemandirian Warga Binaan 
Pemkab Sukabumi Kembali Raih Opini WTP dari BPK RI, Catat Prestasi 12 Kali Berturut-turut
Truk Bermuatan Penuh Bambu Terguling di Tanjakan Baeud Warungkiara
Pedagang Asongan Kritis Setelah Tertabrak Mobil di Exit Tol Parungkuda
Warung Milik Nenek 70 Tahun Dijarah Maling, Aksi Pelaku Terekam CCTV di Cibadak

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 14:17 WIB

Tersandung Korupsi Rp394 Juta, Kasus Kades Neglasari Masuk Persidangan

Kamis, 11 Juni 2026 - 13:58 WIB

Dua Pemotor Wanita Tertabrak Kereta di Benteng Sukabumi hingga Kritis

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:57 WIB

Menteri Agus Andrianto Apresiasi Kebun Sayur Lapas Warungkiara Jadi Bekal Kemandirian Warga Binaan 

Rabu, 10 Juni 2026 - 09:40 WIB

Pemkab Sukabumi Kembali Raih Opini WTP dari BPK RI, Catat Prestasi 12 Kali Berturut-turut

Selasa, 9 Juni 2026 - 12:45 WIB

Truk Bermuatan Penuh Bambu Terguling di Tanjakan Baeud Warungkiara

Berita Terbaru

PERISTIWA

Dua Warga Nagrak Korban Pembacokan Masih Dirawat di Rumah Sakit

Jumat, 12 Jun 2026 - 11:15 WIB