Pendakian TNGHS Ditutup, Masih Bisa Wisata di Javanaspa

Kamis, 24 Desember 2020 - 13:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Semenjak pergantian Tahun 2019 ke 2020 Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) menetapkan seluruh jalur pendakian dari mulai pasir Rengit Sampai Cimelati di tutup untuk umum.

Sebab, kondisi cuaca yang cukup ekstrem berpotensi membahayakan keselamatan pendaki, dan alasan lainnya akibat ramainya penyebaran informasi covid-19 yang melanda wilayah Indonesia.

“Pendakian puncak salak masih ditutup untuk umum. Pendakian dari mulai akhir Desember 2019, disambung pandemi covid jadi sampai sekarang masih di tutup,” kata Gun Gun Kepala Seksi Resor Kawah Ratu kepada jurnalsukabumi.com, Kamis (24/12/2020).

Lanjut ia, Meski jalur pendakian ditutup, masyarakat masih bisa menikmati udara yang sejuk di bawah rimbunan pohon sekaligus mendengar indahnya kicauan burung di kawasan Wisata Javanaspa dan area camping karena masih terbuka untuk umum.

“Pendakian dan kawah ratu ditutup, karena kondisi cuaca masih di anggap membahayakan pengunjung, kalau wisata camping dan air terjun sekitar javanaspa masih buka,” jelasnya.

Menurutnya, melihat minat masyarakat terkait objek wisata alam dengan kondisi pandemi saat ini sangatlah kurang, yang biasanya menjelang libur panjang pengunjung bisa mencapai ribuan dari daerah maupun luar daerah namun semenjak covid-19 ini menurun drastis sampai 70%.

“Kunjungan wisatawan jelang libur panjang tidak seperti tahun sebelumnya, saat ini rata-rata pengunjung datang langsung ke lokasi untuk beristirahat ataupun camping saja,” tutupnya.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Ombak Cimaja Pikat Peselancar Internasional, Wabup Bidik Efek Domino Pariwisata
Bukan Sekadar Tempat Nongkrong, Bukit Panenjoan Tenjojaya Kini Jadi Penggerak UMKM Warga
Tepis Isu Kamar 308 Tempat Berburu Mustika, Samudra Beach Hotel Bongkar Fakta Tak Terduga 
Kamar 308 Samudra Beach Tak Hanya Dikunjungi, Kini Disebut Jadi Lokasi Berburu Mustika
Wisata Sukabumi Tak Perlu Gedung Mewah, Wabup Andreas: Rawat Alam, Budaya, dan Kebersihan
Dispar Berlakukan Tarif Parkir Per Jam di Pantai Selatan Sukabumi
PENYU Cari Lokasi Ideal, Gadobangkong hingga Citepus Dibidik Jadi Kawasan Baru Mangrove
8 Tahun Padjadjaran Anyar, Dari Nyukcruk Galur hingga Menjaga Warisan Karuhun

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 18:33 WIB

Ombak Cimaja Pikat Peselancar Internasional, Wabup Bidik Efek Domino Pariwisata

Minggu, 9 Agustus 2026 - 12:44 WIB

Bukan Sekadar Tempat Nongkrong, Bukit Panenjoan Tenjojaya Kini Jadi Penggerak UMKM Warga

Kamis, 6 Agustus 2026 - 10:25 WIB

Tepis Isu Kamar 308 Tempat Berburu Mustika, Samudra Beach Hotel Bongkar Fakta Tak Terduga 

Selasa, 4 Agustus 2026 - 13:52 WIB

Kamar 308 Samudra Beach Tak Hanya Dikunjungi, Kini Disebut Jadi Lokasi Berburu Mustika

Senin, 3 Agustus 2026 - 15:33 WIB

Wisata Sukabumi Tak Perlu Gedung Mewah, Wabup Andreas: Rawat Alam, Budaya, dan Kebersihan

Berita Terbaru