JURNALSUKABUMI.COM – Sejumlah penyandang disabilitas di Kabupaten Sukabumi kembali mendapatkan perhatian serius pemerintah melalui pelatihan pengembangkan potensi mandiri.
Bertepatan dengan Hari Difabel Internasional yang biasa diperingati tanggal 03 Desember, Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakentrans) Kabupaten Sukabumi bersama Daarut Tauhid (DT) Peduli dan Aliansi Perempuan Disabilitis dan Lansia (APDL) melaksanakan pelatihan kejuruaan menjahit.
“Ini merupakan program Indonesia Peduli Difabel (IPD) dan diikuti oleh 15 orang disabilitas dan direncanakan bakal digelar selama 12 hari kedepan,” ujar Kepala BLK Disnakentrans Kabupaten Sukabumi, Ridwan Agus kepada jurnalsukabumi.com, Kamis (03/12/2020).
Ridwan berharap, pelatihan kali ini nantinya penyandang disabilitas benar-benar bisa terampil khususnya dalam menjahit pakaian dan mampu menciptakan wirausaha mandiri.
“Pelaksanaan pelatihan ini bersumber dari anggaran DT peduli Sukabumi, kami hanya memfasilitasi tempat, alat dan instruktur saja. Sedangkan peserta merupakan dari APDL,” terangnya.
Masih kata dia, sinergitas program antara BLK dengan DT Peduli ini merupakan pertama kalinya dilaksanakan sebagai kolaborasi program antara Pemda dengan Organisasi Peduli Kemanusiaan atau NGO.
“Para peserta juga akan diberikan bantuan peralatan sebagai modal awal menjadi wirausaha mandiri. Kami beserta DT Peduli dan APDL akan terus melaksanakan monev pasca pelatihan sebagi guidence pencapaian outcomes dari program tersebut,” tutup Ridwan.
Reporter: Hendi II Redaktur: Ujang Herlan











