JURNALSUKABUMI.COM – Marsih Adawiyah (50) hanya bisa tertunduk lesu ketika melihat rumahnya rata dengan tanah setelah diamuk puting beliung, Kamis (29/10/2020) sore.
Pantauan jurnalsukabumi.com di lokasi, Jumat (30/10/2020) siang, Marsih terlihat turut membereskan puing-puing material rumahnya berukuran sekitar 4 × 6 meterpersegi. Lokasinya di Kampung Babakan, Desa Tugubandung, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi.
Ibu tiga anak ini tampaknya pasrah dan hanya bisa meratapi nasib akibat bencana yang menimpa rumahnya. Padahal, “istana” miliknya itu merupakan tempat berkumpul sehari-hari bersama keluarganya. Itupun, rumah semi permanen pemberian dari orangtuanya.
Marsih menceritakan, saat kejadian dia tengah berada di rumah mertuanya yang berada di kampung sebelah, tak jauh dari lokasi rumahnya. Dia mengetahui rumahnya porak-poranda dari salah satu anaknya.
“Kaget! Begitu dengar rumah hancur. Waktu itu hujan juga seperti sekarang. Saya langsung mendatangi rumah, dan ternyata memang benar-benar hancur tidak ada yang bisa diselamatkan,” cerita Marsih di tengah guyuran hujan, Jumat (30/10/2020).
Kini, dia hanya berharap ada uluran tangan untuk membantu membangun kembali rumahnya. Sebab, jangankan untuk membangun rumah, untuk kehidupan sehari-hari keluarganya juga sudah pas-pasan. “Suami nganggur sejak ada Corona. Saya pasrah, semoga saja ada bantuan. Peralatan rumah tangga juga rusak, semuanya,” ucapnya penuh harap.
Diketahui, rumah Marsih merupakan satu dari puluhan rumah yang rusak akibat sapuan puting beliung yang melanda tiga kampung di Desa Tugubandung.
Hingga kini, petugas gabungan di antarannya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, warga dan relawan turun ke lokasi membereskan material rumah yang terdampak. Terlihat pula mereka memotong pohon-pohon yang tumbang.
Berdasarkan data sementara dari Kodim 0622/Palabuhanratu, tidak ada korban jiwa. Rata-rata kerusakan bangunan di bagian atapnya.
Rinciannya yakni dua rumah rusak berat, 30 rusak ringan, satu masjid jami rusak ringan bagian atap, SMP 2 Kabandungan rusak bagian atap, dan Gedung DTA rusak bagian atap.
Reporter: Ifan | Redaktur: E Sulaeman












