Kisah Pilu, Warung Tuna Netra di Kalapanunggal Pasca Digondol Maling

Rabu, 14 Oktober 2020 - 13:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Sungguh malang nasib yang dialami seorang tuna netra bernama Hamid (49) warga Kampung Cikaracak Rt 42/08, Desa Pulosari, Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi.

Pasalnya, pasca warungnya dibobol maling sejak empat bulan lalu, kini mata pencahariannya hilang dan drastis tak menentu. Kini, Ia terpaksa beralih profesi menjadi buruh penjual batu split.

Tak mudah memang, demi bisa mendapatkan sesuap nasi, Hamid terpaksa rela membanting setir dengan kuli tersebut. Dengan mengandalkan hasil dari memecah batu itu lah, kini ada secerca harapan meski tidak menentu.

Mirisnya lagi, ayah dari dua anak itu kini tengah menunggu kelahiran anak ketiganya yang kembali dihantui rasa kekhwatiran lantaran terbentur modal persalinan nanti. Padahal, istri tercinta Solihat (38) dipresiksiakan akan melahirkan dalam jangka waktu dekat ini. 

“Iya sudah 4 bulan lebih warung tidak buka, karena di bobol maling, semua barang seperti kopi, kompor gas, barang dagangan dan roko habis semua,” kata Hamid kepada jurnalsukabumi.com, Rabu (14/10/2020).

Kini, dirinya serta keluarga sudah nampak pasrah dengan nasib yang akan dialaminya dikemudian hari. Karena, meski bermimpi untuk mempunyai modal kembali sangatlah sulit.

“Pengennya buka warung lagi. Tapi apalah boleh buat, jangankan untuk modal, makan sehari-hari pun sangat sulit,” lirih Hamid.

Tak bisa dipungkiri, Hamid dan Solihat serta kedua anaknya kini hanya bisa bertaruh harapan melalui doa yang terus dipanjatkan.

“Pasrah, hanya doa dan keyakinan untuk bisa kembali menata warung dari nol dan bisa menjalankan hidup normal seperti kemarin,” ucapnya dengan mata yang berkaca-kaca.

Di tempat yang sama, teman seperjuangannya Maman Rusmandi, Endar, Dan Sanan, membenarkan nasib pipu yang dialami Hamid. Ketiga temannya tersebut mengatakan bahwa warung tersebut ada yang membongkar sudah 4 kali lebih.

“Ini bukan kali pertama dialami Hamid. Dulu, setiap hari warungnya suka buka terus dan suka ngopi di tempatnya. Namun, setelah ada yang maling dengan membobol warungnya akhirnya berhenti,” tutupnya sambil mengelus-elus pundak Hamid.

Reporter: Ifan II Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Parah! Antrean Truk di SPBU Cibadak Kuasai Bahu Jalan, Pengendara Premium Terjebak
Dihantam Botol dan Batu Gegara Uang, Misteri Kerangka di Hutan Jati Sagaranten Akhirnya Terpecahkan
Ratusan Buruh ‘Kepung’ Kantor BPJS Ketenagakerjaan Sukabumi Keluhkan Pencaloan Pencairan
Jangan Bangga dengan UNESCO, Wisata Sukabumi Perlu Sentuhan Nyata
Disandingkan dengan Foto Orang Hilang, Akhirnya Misteri Kerangka di Sagaranten Terungkap
Geger Penemuan Kerangka Manusia di Hutan Jati Sagaranten, Polisi Selidiki Identitas Korban
Arus Balik Libur, Jalur Sukabumi–Bogor Macet Parah
Fakta! Laut Sukabumi Lebih Dekat ke Pulau Christmas Australia Ketimbang Banyuwangi 

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 17:12 WIB

Parah! Antrean Truk di SPBU Cibadak Kuasai Bahu Jalan, Pengendara Premium Terjebak

Kamis, 16 Juli 2026 - 22:33 WIB

Dihantam Botol dan Batu Gegara Uang, Misteri Kerangka di Hutan Jati Sagaranten Akhirnya Terpecahkan

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:18 WIB

Jangan Bangga dengan UNESCO, Wisata Sukabumi Perlu Sentuhan Nyata

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:23 WIB

Disandingkan dengan Foto Orang Hilang, Akhirnya Misteri Kerangka di Sagaranten Terungkap

Senin, 13 Juli 2026 - 13:18 WIB

Geger Penemuan Kerangka Manusia di Hutan Jati Sagaranten, Polisi Selidiki Identitas Korban

Berita Terbaru