JURNALSUKABUMI.COM – Ratusan mahasiswa dari berbagai universitas dan perhimpunan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Sukabumi, mengelar aksi unjuk rasa didepan Balai Kota dan DPRD Kota Sukabumi, Senin (12/10/2020).
Dalam aksinya mereka menuntut Forum komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang terdiri dari Pemkot, DPRD dan Polresta Sukabumi Kota, memenuhi janjinya untuk memproses lebih lanjut seluruh tuntutan mahasiswa dan elemen masyarakat lain saat demo penolakan pengesahan Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja, Kamis (9/10/2020) lalu.
Massa pendomo menuntut Pemkot Sukabumi, segera mengajulan Judicial Review ke Mahkamah Konstitusi. Tuntutan yang sama juga dialamatkan ke DPRD Kota Sukabumi, untuk menolak Undang-undang Cipta Kerja secara tertulis.
Terakhir, mereka (mahasiswa,red) menuntut pertanggungjawaban Polresta Sukabumi, yang bertidak keras terhadap pendemo. Sehingga mengakibatkan banyak mahasiswa yang terluka.
Berdasarkan pantauan dilapangan, ratusan mahasiswa dalam sebelum bergerak ke Balai Kota Sukabumi dan DPRD Kota Sukabumi mahasiswa mulai berkumpul sekitar pukul 10.00 WIB.
Sekitar pukul 11.30 WIB, mahasiswa mulai bergerak menuju ke arah Balai Kota Sukabumi. Seibanya di Balai Kota Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi dan Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sumarni menyambut kedatangan mahasiswa.
“Dalam aksi sebelumnya pak wali kota telah sepakat akan menyelesaikan Yudicial Review. Namun hingga saat ini belum juga di selesaikan,” kata seseorang mahasiswa yang melakukan orasi dengan menggunakan pengeras suara didepan Balai Kota.
Sementara itu, Wali Kota Sukabumi Acmad Fahmi mengatakan, pihaknya sedang memproses Yudicial Riview dan belum selesai. “Yudicial Review tersebut masih dikalakukan, dan belum selesai, namun untuk menyakinkan rekan-rekan mahasiwa kita akan sampaikan,” katanya.
Sementara itu, Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Sumarni mengatakan, pihaknya sangat menyayangkan terjadinya insiden kericuhan antara mahasiswa dan pihak aparat.
“Atas kejadian kemarin, saya sekalu pimpinan diwilayah hukum Polres Kota Sukabumi, serta penanggung jawab dalam aksi unjuk rasa yang berakhir ricuh tersebut, merasa prihatin. Semoga kejadian serupa tidak terulang lagi,” tutupnya.
Reporter: Rizky Miftah II Redaktur: Usep Mulyana

















