407 Jiwa Mengungsi Akibat Pergerakan Tanah di Bantargadung Sukabumi

Sabtu, 7 Maret 2026 - 20:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Bencana pergerakan tanah yang melanda Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, memaksa ratusan warga meninggalkan rumah mereka.

Berdasarkan laporan sementara dari Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sukabumi, tercatat 407 jiwa dari 120 kepala keluarga (KK) kini berada di pengungsian sejak bencana terjadi pada Rabu (4/3/2026).

Kepala Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, menjelaskan bencana tersebut dipicu oleh meningkatnya intensitas hujan yang mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir.

“Pergerakan tanah terjadi di dua desa di Kecamatan Bantargadung, yaitu Desa Bantargadung dan Desa Bojonggaling,” ujarnya dalam laporan penanganan tanggap darurat yang disampaikan hingga Sabtu (7/3/2026).

Secara keseluruhan, bencana ini berdampak pada 134 kepala keluarga atau 475 jiwa. Meski demikian, tidak ada korban jiwa maupun warga yang dilaporkan hilang.

“Dari total pengungsi, sebagian besar warga ditempatkan di lokasi pengungsian terpusat yang berada di lapangan dekat Puskesmas Bantargadung,” ucapnya.

Di Desa Bantargadung, sebanyak 76 KK atau 250 jiwa mengungsi di lokasi tersebut. Sementara sebagian warga lainnya memilih tinggal secara mandiri, baik di rumah kerabat maupun menyewa tempat tinggal sementara.

Di Desa Bojonggaling, sebanyak 10 KK atau 45 jiwa juga mengungsi ke rumah sanak saudara untuk sementara waktu.

Selain mengakibatkan warga mengungsi, pergerakan tanah juga merusak puluhan rumah warga. Data sementara menunjukkan terdapat 70 rumah mengalami rusak berat, 26 rumah rusak sedang, serta 18 rumah rusak ringan.

Bahkan, sebanyak 9 rumah lainnya masih berada dalam kondisi terancam akibat pergerakan tanah yang berpotensi meluas.

Tidak hanya rumah warga, bencana tersebut juga berdampak pada fasilitas lainnya, termasuk satu pesantren yaitu Pondok Pesantren Haryadul Fallah serta akses jalan lingkungan yang mengalami kerusakan.

Sebagai langkah penanganan cepat, pemerintah daerah menetapkan status tanggap darurat untuk wilayah terdampak di Kecamatan Bantargadung.

Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, aparat pemerintah daerah, relawan, serta unsur terkait saat ini terus melakukan pendataan dan penilaian kerusakan di lapangan.

Selain itu, posko tanggap darurat juga telah didirikan untuk mengoordinasikan bantuan serta memastikan kebutuhan dasar para pengungsi dapat terpenuhi.

“Fokus utama penanganan saat ini meliputi penyelamatan warga, pelayanan kesehatan, perlindungan kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia, serta pemulihan sarana prasarana yang terdampak,” tambahnya.

Di tengah kondisi pengungsian, para korban bencana masih membutuhkan berbagai bantuan logistik. Beberapa kebutuhan mendesak di antaranya bahan makanan untuk dapur umum, air mineral, susu formula, makanan tambahan gizi, serta paket sembako.

Selain itu, perlengkapan dasar seperti kasur lipat, matras, selimut, pakaian baru, perlengkapan mandi, hingga popok bayi dan lansia juga sangat dibutuhkan.

BPBD Kabupaten Sukabumi mengimbau berbagai pihak untuk bersama-sama membantu meringankan beban para korban bencana yang saat ini masih bertahan di lokasi pengungsian.

“Hingga kini, tim gabungan penanganan bencana masih terus melakukan assessment dan pemantauan kondisi di lapangan guna memastikan keselamatan warga serta mencegah dampak yang lebih luas,” tandasnya.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan 

Berita Terkait

Wajah Baru di Kejari Kabupaten Sukabumi, Tumpal Eben Ezer Dilantik Kajati Jabar
Apes! Tabrak Tembok Masjid, Pelaku Curanmor Babak Belur Dihajar Massa di Nagrak
Lautan Obor Sambut Tahun Baru Islam, Sukabumi Bersinar dalam Semangat Hijrah
Sudutkan Presiden Prabowo, Eks Ketua BEM UGM Disemprot Relawan Manuk Dadali dan Relawan Sukabumi
Pedagang Sayur Tewas Terlindas KA Pangrango di Perlintasan Tanpa Palang Pintu
Usung Tema Laut Lestari Nelayan Berseri, Bupati dan Ketua DPRD Hadiri Syukuran Nelayan Ujunggenteng
Agus Andrianto Dorong Lapas Kembangkan Usaha Mandiri, Tegaskan Jajaran Jangan “Nakal”
Truk Hino Tabrak 4 Kendaraan di Cibadak, Sempat Mundur dan Hantam Mobil di Belakang

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 18:47 WIB

Wajah Baru di Kejari Kabupaten Sukabumi, Tumpal Eben Ezer Dilantik Kajati Jabar

Selasa, 16 Juni 2026 - 16:55 WIB

Apes! Tabrak Tembok Masjid, Pelaku Curanmor Babak Belur Dihajar Massa di Nagrak

Senin, 15 Juni 2026 - 23:30 WIB

Lautan Obor Sambut Tahun Baru Islam, Sukabumi Bersinar dalam Semangat Hijrah

Senin, 15 Juni 2026 - 12:17 WIB

Sudutkan Presiden Prabowo, Eks Ketua BEM UGM Disemprot Relawan Manuk Dadali dan Relawan Sukabumi

Minggu, 14 Juni 2026 - 19:22 WIB

Pedagang Sayur Tewas Terlindas KA Pangrango di Perlintasan Tanpa Palang Pintu

Berita Terbaru

Pendidikan

SPMB SMP Tahap I Telah Dibuka, Kadisdik Sukabumi Imbau Hal Ini!

Rabu, 17 Jun 2026 - 11:16 WIB