Rentang Empat Jam Mengungkap Tragedi Almarhum Nizam, Polisi Petakan Fakta Baru

Senin, 2 Maret 2026 - 19:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Kasus meninggalnya NS (12), bocah asal Kabupaten Sukabumi, menguak potret kelam kekerasan dalam rumah tangga yang luput dari pengawasan hingga berujung maut.

Fakta-fakta baru yang disampaikan aparat kepolisian memperlihatkan bahwa tragedi ini bukan peristiwa seketika, melainkan rangkaian kekerasan yang terjadi dalam rentang waktu krusial.

Dalam pemaparan di hadapan Komisi III DPR RI, Kapolres Sukabumi AKBP Samian menjelaskan bahwa penyidik menaruh perhatian serius pada jeda waktu sejak korban terakhir terlihat sehat hingga ditemukan dalam kondisi kritis.

Sore hari sebelum kejadian menjadi titik awal penting. Seorang saksi yang berprofesi sebagai tukang pijat menyebut, pada pukul 17.50 WIB korban masih beraktivitas normal tanpa tanda kekerasan. Kesaksian ini menjadi patokan awal penyidik dalam menyusun kronologi.

Namun setelah itu, NS berada sepenuhnya di lingkungan rumah tanpa pengawasan pihak luar. Dalam kurun waktu kurang dari lima jam, kondisi anak tersebut berubah drastis. Saat paman korban datang sekitar pukul 22.00 WIB, tubuh NS sudah dipenuhi lebam dan tanda-tanda kekerasan serius.

Ayah kandung korban yang bekerja di luar rumah baru mengetahui kondisi memilukan tersebut saat tiba dini hari. Ironisnya, penanganan medis baru dilakukan keesokan paginya, ketika korban dibawa ke RSUD Jampangkulon sekitar pukul 08.00 WIB.

Menurut Samian, fokus penyidikan mengarah pada rentang waktu antara pukul 18.35 hingga 22.00 WIB. Pada fase inilah, penyidik meyakini kekerasan berat terjadi.

“Ketika saksi terakhir melihat korban, kondisinya masih normal. Namun saat keluarga lain datang beberapa jam kemudian, korban sudah dalam keadaan penuh luka. Ini yang menjadi titik krusial dalam pembuktian,” ujarnya dalam rapat yang disiarkan TV Parlemen, Senin (2/3/2026).

Hasil pemeriksaan medis menguatkan kesimpulan penyidik. Dokter menemukan lebam di sejumlah bagian tubuh korban yang diduga berasal dari trauma panas dan benturan benda tumpul. Temuan ini menegaskan bahwa kematian NS bukan disebabkan faktor alamiah, melainkan akibat kekerasan fisik yang berulang.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, ditemukan luka lebam pada tubuh korban yang diduga kuat disebabkan oleh trauma panas dan trauma benda tumpul. Terdapat indikasi trauma lain yang menguatkan dugaan bahwa kematian korban NS merupakan akibat dari kekerasan tidak wajar,” jelas Samian.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan 

Berita Terkait

Truk Hino Tabrak 4 Kendaraan di Cibadak, Sempat Mundur dan Hantam Mobil di Belakang
Tersandung Korupsi Rp394 Juta, Kasus Kades Neglasari Masuk Persidangan
Dua Pemotor Wanita Tertabrak Kereta di Benteng Sukabumi hingga Kritis
Menteri Agus Andrianto Apresiasi Kebun Sayur Lapas Warungkiara Jadi Bekal Kemandirian Warga Binaan 
Pemkab Sukabumi Kembali Raih Opini WTP dari BPK RI, Catat Prestasi 12 Kali Berturut-turut
Truk Bermuatan Penuh Bambu Terguling di Tanjakan Baeud Warungkiara
Pedagang Asongan Kritis Setelah Tertabrak Mobil di Exit Tol Parungkuda
Warung Milik Nenek 70 Tahun Dijarah Maling, Aksi Pelaku Terekam CCTV di Cibadak

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:46 WIB

Truk Hino Tabrak 4 Kendaraan di Cibadak, Sempat Mundur dan Hantam Mobil di Belakang

Kamis, 11 Juni 2026 - 13:58 WIB

Dua Pemotor Wanita Tertabrak Kereta di Benteng Sukabumi hingga Kritis

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:57 WIB

Menteri Agus Andrianto Apresiasi Kebun Sayur Lapas Warungkiara Jadi Bekal Kemandirian Warga Binaan 

Rabu, 10 Juni 2026 - 09:40 WIB

Pemkab Sukabumi Kembali Raih Opini WTP dari BPK RI, Catat Prestasi 12 Kali Berturut-turut

Selasa, 9 Juni 2026 - 12:45 WIB

Truk Bermuatan Penuh Bambu Terguling di Tanjakan Baeud Warungkiara

Berita Terbaru

PERISTIWA

Dua Warga Nagrak Korban Pembacokan Masih Dirawat di Rumah Sakit

Jumat, 12 Jun 2026 - 11:15 WIB