JURNALSUKABUMI.COM – Pasangan Calon (Paslon) Marwan Hamami-Iyos Somantri (Marios) terus gencar mensosialisasikan visi dan misi yang akan diembannya jika menang pada perhelatan Pilkada 9 Desember mendatang. Adapun visinya sendiri yakni “Terwujudnya Kabupaten Sukabumi yang Religius , Maju dan Inovatif, Menuju Masyarakat Sejahtera Lahir Batin”
“Nah untuk misi sendiri kami ada empat prioritas yakni, satu membangun sumberdaya manusia yang beriman, berbudaya dan berdaya saing, kedua meningkatkan produktivitas dan daya saing ekonomi yang berbasis dan pariwisata yang berkelanjutan, ketiga meningkatkan konektivitas untuk percepatan pertumbuhan wilayah dan terakhir meningkatkan kualitas pelayanan publik yang inovatif, profesional dan akuntabel,” ungkap Wakil Ketua Tim Pemenangan Pasangan Marwan Hamami-Iyos Somantri, Budi Azhar Mutawali, kepada jurnalsukabumi.com, Sabtu (26/09/20).
Menurut Budi Azhar, pihaknya bagaimana mengakomodir semua harapan untuk semua kalangan sehingga terbentuknya SDM yang religius, inovatif dan sejahtera secara lahir batin, merupakan tujuan utama dari pembangunan untuk kebaikan warga.
“Selain religius dan inovatif yakni kunci menuju Smart Word yaitu smart gadget, smart city dengan teknologi melahirkan cara baru yang mempermudah pekerjaan jarak geografis, tenaga, waktu dan biaya dengan mudah diefisensi menggunakan teknologi digital,” jelasnya.
Selanjutnya, Marios menyiapkan smart people sebagai mesin penggerak teknologi sehingga kebijakan, program dan kegiatan akan menyasar generasi milenial, kelompok muda kreatif dan inovatif yang akan memenangkan persaingan di berbagai sektor untuk kebaikan.
“Semua lini kalangan kami rangkul dengan mengedepankan SDM yang smart sepertihalnya kaum milenial di Sukabumi,” jelasnya.
Ditambahkan Budi Azhar, ada prioritas kebaikan yakni, Beasiswa Pendidikan bagi Siswa-Siswi
Hafidh Qur’an, Peningkatan BOP PAUD, Peningkatan Honor Guru Madrasah dan Curu
Al-Qur’an/Ngaji, Pelayanan Kesehatan Gratis di Puskesmas.
“Selanjutnya pengembangan kewirausahaan pesantren, Bedah 5000 rumah tidak layak huni (Rutilahu) serta Peningkatan Insentif Petugas RT dan RW dan Peningkatan BOP Penyuluh Pertanian,” pungkasnya.
Reporter: Ifan || Redaktur: FK Robbi












