JURNALSUKABUMI.COM – Nasib pilu dialami bocah berinisial Hz berusia enam tahun asal Kampung Parabon, Desa Berkah, Kecamatan Bojonggenteng, Kabupaten Sukabumi, kian memprihatinkan.
Pasalnya, bocah sang buah hati dari mendiang Nina yang sudah tiga tahun meninggal ini kondisi kesehatannya sangat miris. Ia, dikabarkan menderita gizi buruk sejak balita.
“Ya, betul, Hz ini status gizinya kurang selama masa balitanya. Sehingga, kami selalu menyuplai Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berupa suplementasi untuk melengkapi kebutuhan gizi agar mencapai berat badan sesuai usia,” ujar Camat Bojonggenteng, Rini Zuraidah Zakhroh kepada jurnalsukabumi.com, Rabu (23/09/2020).
Ia menjelaskan, pihaknya telah berupaya melakukan penanganan anak tersebut. Bahkan, telah diketahui oleh Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TPA) Kabupaten Sukabumi.
“Anak ini tinggal bersama Kakek dan Neneknya usai ditinggal meninggal ibunya pada tahun 2017. Dan kami pun sudah melakukan upaya bahkan sempat dikunjungi langsung oleh Ketua P2TP2A Kabupaten Sukabumi Ibu Hj. Yani Jatnika Marwan,” jelasnya.
Kondisi saat ini, selain penyakit kulit tepat di muka bocah tersebut juga ada riwayat penyakit penyerta yaitu, TB atau sejenis penyakit yang diakibatkan bakteri yang menyebar ketika orang yang terinfeksi batuk atau bersin.
Tak hanya itu, ada kelainan jantung yang sudah
terdeteksi. Oleh karena itu, pihaknya bersama pemerintah setempat sudah melakukan penanganan sejak dia masih balita di Posyandu.
“Termasuk, secara rutin kunjungan langsung ke rumah keluaraga anak tersebut oleh tim Puskesmas, Bidan Desa, TPG, Bidko, Dokter Puskesmas Bojonggenteng,” Beber Rini.
Hanya saja, sedikit disesali saat penanganannya oleh tim medis waktu itu, Hz malah berhenti di tengah jalan. “Ya, sudah melewati pengobatan rutin lebih dari 3 kali karena DO berhenti ditengah jalan pengobatannya,” aku Rini.
“Hanya setelah lewat 5 tahun kurang terpantau karena tidak lagi ke Posyandu, tetapi saat ini sedang menjalani rawat jalan di Rumah Sakit Kartika Cibadak. Dan Hz tercatat selaku pemilik Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan keluarganya merupakan penerima Program Keluarga Harapan (PKH),” pungkasnya.
Reporter: Hendi II Redaktur: Ujang Herlan












