Ketua SMSI Sukabumi Raya Kecam Dugaan Intimidasi Kurir oleh Oknum Mengaku Wartawan

Minggu, 19 April 2026 - 21:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sukabumi Raya, Eman Sulaeman mengecam keras dugaan praktik intimidasi terhadap seorang kurir jasa pengiriman di wilayah Cicurug. Ia menilai tindakan tersebut sebagai bentuk penyalahgunaan profesi jurnalis untuk kepentingan pribadi.

Informasi yang dihimpun, insiden bermula ketika seorang konsumen mendatangi kantor kurir dengan membawa sedikitnya delapan orang yang mengaku sebagai wartawan dan pengacara. Alih-alih menjalankan tugas jurnalistik sesuai kaidah, oknum tersebut diduga melakukan tekanan mental terhadap kurir berinisial GTL hingga mengalami syok.

“Ini sudah kelewat batas. Wartawan itu tugasnya mencari berita untuk kepentingan publik, bukan mengintervensi. Itu jelas mencoreng muka profesi pers,” ujar Eman Sulaeman, yang akrab disapa Kang Sule, kepada redaksi, Minggu (19/4/2026).

Selain menjabat sebagai Ketua SMSI Sukabumi Raya, Kang Sule juga merupakan CEO PT Media Jurnal Sukabumi. Ia menilai kejadian tersebut sebagai contoh nyata penyimpangan profesi jurnalis. Menurutnya, sengketa antara konsumen dan penyedia jasa seharusnya diselesaikan melalui mekanisme resmi atau jalur hukum, bukan dengan pengerahan massa yang berlindung di balik identitas pers.

“Jangan mentang-mentang pegang kartu pers, lalu bisa menakut-nakuti masyarakat kecil yang sedang mencari nafkah. Kurir itu bekerja di lapangan, justru menjadi korban intimidasi oknum yang mengaku wartawan,” tegasnya.

Mahasiswa Magister Administrasi Publik di Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) itu juga menyoroti adanya degradasi moral di kalangan oknum tertentu. Ia menegaskan bahwa integritas jurnalis tidak boleh dikompromikan demi keuntungan pribadi.

“Secara akademis, pers berfungsi sebagai kontrol sosial. Jika berubah menjadi alat pemerasan, ini menjadi ancaman bagi demokrasi dan kondusivitas daerah. Saya meminta perusahaan media terkait untuk menindak tegas anggotanya jika terbukti melanggar kode etik,” katanya.

Di akhir pernyataannya, Kang Sule mengimbau masyarakat, khususnya pekerja di sektor logistik, agar tidak takut menghadapi intimidasi dari oknum yang mengatasnamakan media.

“Jika ada yang datang membawa nama media tetapi berujung pada permintaan uang atau ancaman, segera laporkan. Jangan beri ruang. Kita harus menjaga marwah profesi wartawan dari praktik premanisme berkedok pers,” tutup Kang Sule.

Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Dari Padjadjaran Anyar, KNPI Palabuhanratu Ari Awaludin Ajak Pemuda Rawat Tradisi Leluhur
Bukan Sekadar Internet, Pemasang Tiang MyRepublic di Citarik Direspons Positif Warga
2.220 Penerima Manfaat Nikmati Menu Rendang MBG, SPPG Purabaya Neglasari 1 Jaga Kualitas Gizi Anak
Rendang Sapi hingga Jeruk Jadi Menu MBG, 1.649 Siswa Binaan SPPG Antasena Cimahpar-Kalibunder
Bawa Bantuan dan Pesan Kesabaran, Koperasi Bumi Kiara dan Sapu Jagat Hadir di Ciptamulya
GRIB Jaya Sukabumi Turun ke Ciptamulya, Salurkan Bantuan dan Pastikan Siap Bantu Warga Terdampak
Ari Awaludin Pimpin KNPI Palabuhanratu Salurkan Bantuan Korban Kebakaran Ciptamulya
Muscam Ganda Warnai KNPI Palabuhanratu, Masing-masing Kubu Tegaskan Legitimasi

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 21:29 WIB

Dari Padjadjaran Anyar, KNPI Palabuhanratu Ari Awaludin Ajak Pemuda Rawat Tradisi Leluhur

Senin, 27 Juli 2026 - 18:51 WIB

Bukan Sekadar Internet, Pemasang Tiang MyRepublic di Citarik Direspons Positif Warga

Senin, 27 Juli 2026 - 08:59 WIB

2.220 Penerima Manfaat Nikmati Menu Rendang MBG, SPPG Purabaya Neglasari 1 Jaga Kualitas Gizi Anak

Senin, 27 Juli 2026 - 08:57 WIB

Rendang Sapi hingga Jeruk Jadi Menu MBG, 1.649 Siswa Binaan SPPG Antasena Cimahpar-Kalibunder

Minggu, 26 Juli 2026 - 19:58 WIB

Bawa Bantuan dan Pesan Kesabaran, Koperasi Bumi Kiara dan Sapu Jagat Hadir di Ciptamulya

Berita Terbaru